Problem terbesar dari negara kepulauan yang memiliki banyak gunung berapi aktif adalah tingginya potensi bencana. Berbagai upaya preventif terhadap dampak bencana seringkali tidak cukup menolong pada saat terjadinya bencana karena rendahnya pelibatan masyarakat setempat. Salah satu cara melibatkan masyarakat adalah dengan menganalisis persepsi masyarakat. Dengan cara ini diharapkan akan terbentuk mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat dan rehabilitasi berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. Metode untuk mendapatkan data primer adalah menggunakan incidental sampling dan analisis menggunakan model risiko, serta penyajian data menggunakan model penyajian deskriptif. Lokasi kegiatan adalah desa Batu Putik, Lombok Timur dengan lama masa pengumpulan data adalah 1 bulan. Analisis data terhadap 10 responden menunjukkan bahwa banjir akibat tidak terkelolanya sampah adalah bencana dengan skor tertinggi dan risiko sangat tinggi. Gempa dan Kekeringan pada musim hujan yang berdampak terhadap kecukupan air sumur, air sungai dan embung sehingga mempengaruhi pemakaian air rumah tangga dan pola tanam ditetapkan sebagai bencana ke dua dan ketiga dengan risiko tinggi dengan demikian disarankan adanya simulasi pengelolaan sampah berkelanjutan yang berbasis masyarakat,
Copyrights © 2024