Ketidaklengkapan catatan medis dapat berdampak negatif pada keselamatan dan kualitas perawatan pasien, khususnya dalam kasus bedah. Di RS Wava Husada, indikasi ketidaklengkapan catatan medis menimbulkan kekhawatiran tentang kualitas dokumentasi medis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sebanyak 25 berkas catatan medis pasien bedah dievaluasi menggunakan checklist. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif, sementara data kualitatif diperoleh melaui observasi. Hasil audit menunjukkan bahwa untuk identitas pasien di setiap formulir rekam medis sudah terisi 100% lengkap, sedangkan ketidaklengkapan berkas tertinggi hingga terendah terdapat pada komponen autentifikasi (20%), komponen identifikasi penting(16%), komponen pendokumentasian (16%), komponen pelaporan penting 8%.Dengan temuan ini perlunya perbaikan dalam sistem pencatatan, termasuk program pelatihan berkelanjutan dan penyediaan waktu yang memadai bagi petugas (Ardiyanto,2024).
Copyrights © 2024