Perkembangan sistem informasi dan teknologi yang semakin pesat kini di rumah sakit dalam aktivitasnya berupa peralihan dari manual ke digital (elektronik). Di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur Maluku Tenggara sudah menerapkan rekam medis elektronik yang sudah berjalan selama 1 tahun, namun hanya berjalan 30%. Dengan ini peneliti bertujuan untuk pengoptimalisasian penerapan rekam medis elektronik agar dapat mempermudah proses pelayanan kepada pasien. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan diagram fishbone (tulang ikan) terkait faktor penghambat 5M: (Sumber Daya Manusia, Mesin, Metode, Material, Lingkungan). Penelitian ini mengidentifikasi permasalahan yang terjadi pada sumber daya manusia bahwa kurangnya sosialisasi dan pelatihan sehingga beberapa petugas belum bisa menggunakan rekam medis elektronik, pada mesin yaitu perangkat komputer kurang memadai dan sekali gangguan pada komputer maka akan berkelanjutan Kemudian, metode yaitu SOP dan kebijakan belum terlalu kuat dan material yaitu berkas rekam medis masih berbentuk kertas. Lingkungan yaitu sebagian besar pasien masih menggunakan pengisian rekam medis secara manual dan hak akses masih diperuntukkan untuk semua pengguna. Penerapan rekam medis elektronik pada RSUD Karel Sadsuitubun Langgur Maluku Tenggara sudah sesuai dengan Permenkes No. 24 Tahun 2022, namun faktor 5M tersebut yang menjadi penghambat dalam optimalisasi penerapan rekam medis elektronik.
Copyrights © 2024