Burnout syndrome adalah kelelahan karyawan akibat pekerjaan, ditandai dengan kelelahan ekstrem, berkurangnya kemampuan untuk mengatur proses kognitif dan emosional, dan ada jarak psikis atau mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh demografi yang meliputi usia, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan, lama bekerja, serta pengaruh beban kerja terhadap burnout syndrom pada Dokter dan nakes di IGD RS Bhayangkara Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yang menggunakan data kuantitatif. Sampelnya adalah semua karyawan di IGD yang meliputi Dokter, Perawat, dan Bidan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yaitu sebanyak 39 orang. Untuk memperoleh data, sampel mengisi kuisioner data diri, Burnout Assessment Tools 12, dan kuisioner beban kerja. Hasil dari penelitian adalah faktor demografi akan mempengaruhi beban kerja kerja dan selanjutkan akan memebrikan pengaruhi terhadap burnout syndrome dengan nilai p-value < 0,05. Pada penelitian ini beban kerja memberikan pengaruh terhadap burnout syndrome yaitu sebanyak 56,9%.
Copyrights © 2024