Teori sekularisasi menyoroti proses menurunnya pengaruh agama dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sosial, politik, dan budaya, terutama dalam konteks masyarakat modern. Artikel ini mengkaji perkembangan teori sekularisasi dari perspektif pemikir klasik seperti Max Weber dan Peter Berger, hingga analisis kontemporer yang mempertimbangkan dampak globalisasi dan pluralisme agama. Dengan pendekatan konseptual, penelitian ini menunjukkan bahwa sekularisasi bukanlah proses yang bersifat seragam, melainkan bervariasi tergantung pada konteks budaya dan sejarah. Penulis juga menekankan hubungan dinamis antara agama dan sekularisasi, menunjukkan bahwa keduanya saling mempengaruhi dan menciptakan fenomena sosial baru. Temuan ini mengindikasikan perlunya pemahaman yang lebih kompleks dan multidimensional mengenai sekularisasi sebagai suatu proses yang terus bertransformasi dalam menghadapi tantangan global.
Copyrights © 2024