Sejumlah organisasi telah memahami pentingnya kegiatan evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta pelatihan, salah satunya adalah BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan. Meskipun pelatihan berjalan lancar dan peserta menunjukkan antusiasme tinggi, masih terdapat kendala dalam mengukur pencapaian tujuan secara komprehensif. Kendala tersebut ditandai dengan belum optimalnya alat ukur untuk mengukur pencapaian tujuan pelatihan menjadi tantangan utama yang perlu segera diatasi. Penelitian ini merancang pembaruan kuesioner evaluasi untuk mendukung kelancaran proses pelatihan, diharapkan form ini tidak terbatas di satu organisasi saja, namun juga bisa diterapkan organisasi lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengadopsi model Organization Development dari Cummings & Worley (2008) untuk mendiagnosis organisasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, dan studi dokumen untuk mengidentifikasi masalah pada berbagai level organisasi. Analisis data menggunakan kerangka kerja Organization Development. Berdasarkan hasil yang didapatkan, penelitian merekomendasikan kuesioner evaluasi reaksi level 1 Kirkpatrick untuk mengukur respon peserta terhadap pelatihan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi reaksi peserta pelatihan sangat penting untuk meningkatkan kualitas program pelatihan. Kuesioner yang telah dikembangkan ini diharapkan dapat memberikan umpan balik yang lebih komprehensif dan akurat, sehingga BPSDM dapat melakukan perbaikan yang berkelanjutan
Copyrights © 2024