Kondisi demam sering dianggap hal umum yang sering terjadi pada bayi. Beberapa persepsi ibu tentang kegawatan kejang karena demam masih didapatkan rendah. Banyak ibu yang baru membawa anaknya ke RS setelah kejang di rumah. Kerusakan otak yang terjadi karena kejang demam akan berdampak pada proses tumbuh kembang anak maka sangat penting bagi ibu mendapatkan informasi tentang pengelolaan demam dengan benar sehingga dapat mempunyai persepsi yang positif tentang kegawatan kejang agar anak dapat terhindar dari komplikasi paling berbahaya dari demam yaitu kejang demam yang akhirnya mengakibatkan kematian. Penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan sehingga akan menimbulkan persepsi yang benar dalam merawat anggota keluarga yang sedang sakit dirumah. Mengidentifikasi pengaruh penyuluhan kesehatan terkait pengelolaan demam terhadap persepsi tentang kegawatan kejang demam pada batita. Desain yang digunakan adalahpre-experimental dengan pendekatan pre and posttest one group dengan teknik purposive sampling pada 19 ibu. Instrumen pengumpulan data dengan kuesioner dan analisis pengaruh dengan uji t-test. Hasil uji statistik menunjukkan nilai ????-value 0.000 artinya terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan dengan persepsi tentang kejang demam. Penyuluhan kesehatan tentang pengelolaan demam berpengaruh terhadap persepsikegawatan kejang demam pada anak usia 0-36 batita.
Copyrights © 2022