Praktik money politics di Indonesia, terutama dalam konteks Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), merujuk pada penggunaan insentif material, seperti uang atau barang, untuk memengaruhi pilihan pemilih, yang sering kali disebabkan oleh regulasi yang lemah dan budaya politik yang menerima praktik ini sebagai hal yang biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan pandangan mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan mengenai praktik money politics. Melalui survei yang melibatkan 126 responden, delapan pertanyaan diajukan untuk mendapatkan data yang komprehensif. Hasil penelitian ini memberikan gambaran yang jelas mengenai pemahaman dan pandangan mahasiswa terhadap praktik money politics. Meskipun terdapat kesadaran yang tinggi, masih ada kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam dan mendorong keterlibatan aktif dalam upaya pencegahan.
Copyrights © 2025