Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perspektif Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan Terhadap Praktik Money Politik Sahala Fransiskus Marbun; Asih Ester E.G Harahap; Desty Novry Lianty; Rusniatri Hasugian; Ipantri Naibaho
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik money politics di Indonesia, terutama dalam konteks Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), merujuk pada penggunaan insentif material, seperti uang atau barang, untuk memengaruhi pilihan pemilih, yang sering kali disebabkan oleh regulasi yang lemah dan budaya politik yang menerima praktik ini sebagai hal yang biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan pandangan mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan mengenai praktik money politics. Melalui survei yang melibatkan 126 responden, delapan pertanyaan diajukan untuk mendapatkan data yang komprehensif. Hasil penelitian ini memberikan gambaran yang jelas mengenai pemahaman dan pandangan mahasiswa terhadap praktik money politics. Meskipun terdapat kesadaran yang tinggi, masih ada kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam dan mendorong keterlibatan aktif dalam upaya pencegahan.  
Peran Komunitas SASUDE dalam Meningkatkan Kreativitas Anak di Tengah Kondisi Sosial Ekonomi Bantaran Sungai Deli Shintia Malau; Nurintan Nurintan; Farhan Fauzan Ahdaputra; Rusniatri Hasugian; Ipantri Naibaho
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantaran Sungai Deli di Kota Medan menghadapi berbagai tantangan sosial ekonomi, seperti kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan. Komunitas SASUDE (Sanggar Anak Sungai Deli) hadir untuk memberdayakan anak-anak melalui pengembangan kreativitas. Penelitian ini menganalisis peran SASUDE dalam meningkatkan kreativitas anak dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program edukatif, seperti kelas seni, literasi, dan permainan edukatif, berkontribusi dalam meningkatkan kreativitas, problem-solving, dan kepercayaan diri anak-anak. Selain itu, SASUDE menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan mereka. Dengan pendekatan berbasis kreativitas, komunitas ini berperan signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak bantaran Sungai Deli dan dapat menjadi model pemberdayaan bagi daerah lain dengan kondisi serupa.
Analisis Permasalahan Dalam Pengembangan Materi IPS Kelas IX SMP Santo Thomas 4 Medan Naila Elfira Sari; Vita Nurliana; Joey Athana Sembiring; Beta Marsaulina Manullang; Farhan Fauzan Ahdaputra; Anju Diah Natalia Panjaitan; Ipantri Naibaho
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan dalam pengembangan materi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas IX SMP Santo Thomas 4 Medan serta solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus (case method) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru IPS, dokumentasi terhadap materi ajar, serta observasi terhadap proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama dalam pembelajaran IPS meliputi rendahnya literasi siswa, ketidaksesuaian isi buku dengan karakteristik siswa, serta dominasi metode ceramah yang membosankan. Untuk mengatasi hal tersebut, guru mengusulkan berbagai solusi, seperti pembelajaran berbasis kelompok, integrasi teknologi dalam pembelajaran (seperti penggunaan Quizizz dan Google Maps), serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa agar lebih relevan dan mudah dipahami. Selain itu, pentingnya pelatihan dan evaluasi berkala bagi guru juga menjadi sorotan untuk meningkatkan kompetensi dalam menyampaikan materi secara kreatif dan sesuai dengan karakter siswa. Dengan menerapkan pendekatan-pendekatan ini, diharapkan pembelajaran IPS menjadi lebih interaktif, menarik, dan bermakna bagi siswa, serta mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Peran Pancasila Dalam Membangun Toleransi Beragama di Lingkungan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Hetti Melinda Purba; Rusniatri Hasugian; Rud Sahanaia Sari Nona; Ipantri Naibaho; Aprilia Zaeni Rapiah; Ramadhan Fitriani; Julia Ivanna
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pancasila dalam membangun toleransi beragama di lingkungan kampus serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan observasi terhadap mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki pemahaman yang tinggi terhadap nilai-nilai Pancasila, terutama dalam konteks toleransi beragama. Selain itu, interaksi sosial antar mahasiswa dari berbagai latar belakang agama berjalan secara harmonis, meskipun masih terdapat kecenderungan sebagian mahasiswa untuk lebih nyaman berinteraksi dengan kelompok yang memiliki keyakinan serupa. Hasil observasi juga mengungkap bahwa kegiatan lintas agama di lingkungan kampus, seperti perayaan keagamaan bersama dan seminar kebhinekaan, menjadi wadah efektif dalam memperkuat sikap toleransi di antara mahasiswa. Namun, tantangan yang dihadapi dalam penerapan toleransi beragama meliputi adanya stereotip dan prasangka terhadap kelompok agama tertentu serta pengaruh negatif dari media sosial yang dapat memperkeruh hubungan antar umat beragama. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih inklusif, seperti penyelenggaraan dialog antaragama dan program literasi digital, untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan akademik.    
Penguatan Kesiapsiagaan Masyarakat melalui Penyusunan Denah Jalur Evakuasi dan Edukasi Mitigasi Banjir Berbasis Komunitas di Desa Tanjung Sari Naila Elfira Sari; Shintia Malau; Ipantri Naibaho; Feny Cristanti Siburian; Riki Rahmad; Elsa Kardiana
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i2.389

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di kawasan permukiman dan dapat menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat, kerusakan sarana dan prasarana, serta risiko keselamatan jiwa. Urgensi kegiatan ini terletak pada pentingnya penyediaan informasi evakuasi yang jelas dan mudah dipahami agar masyarakat dapat melakukan penyelamatan diri secara cepat, aman, dan terarah ketika banjir terjadi. Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi risiko banjir dan masih memiliki keterbatasan informasi mengenai jalur evakuasi yang dapat digunakan saat kondisi darurat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui penyusunan denah jalur evakuasi dan edukasi mitigasi banjir berbasis komunitas. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan, meliputi edukasi mitigasi banjir dan identifikasi risiko partisipatif, penyusunan dan pemasangan media jalur evakuasi banjir, serta simulasi evakuasi dan pendampingan kesiapsiagaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat berhasil mengidentifikasi titik rawan genangan, jalur evakuasi, serta lokasi yang dapat digunakan sebagai titik evakuasi utama dan alternatif. Kegiatan ini juga menghasilkan denah jalur evakuasi banjir yang memuat pembagian zona risiko, arah jalur evakuasi, dan titik evakuasi sebagai media mitigasi bencana di lingkungan masyarakat. Pelaksanaan sosialisasi dan simulasi evakuasi membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prosedur evakuasi dan langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika banjir terjadi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam identifikasi risiko dan penyusunan jalur evakuasi mampu menghasilkan media mitigasi yang sesuai dengan kondisi lokal sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir secara berkelanjutan.