Kabupaten Nagan Raya merupakan Kabupaten tertinggi produksi ikan nila diwilayah barat Provinsi Aceh. Kelompok petani ikan nila mengalami masalah pada pertumbuhan ikan nila yang lambat dan tidak seragam. Salah satu penyebab pertumbuhan lambat dan tidak seragam diakibatkan benih kurang berkualitas dari hasil pemijahan liar. Pemijahan liar dicegah dengan cara pemeliharaan ikan monoseks. Benih ikan monoseks dapat diperoleh dari penerapan teknologi sek reversal. larva ikan nila diarahkan kelaminnya menjadi jantan (maskulinisasi). Tujuan PKM adalah memberi pengetahuan dan ketrampilan penerapan sex reversal bagi kelompok petani ikan nila. Objek/sasaran adalah kelompok masyarakat yang produktif secara ekonomi, dengan mitra kelompok petani ikan (UPR Mina Mandiri). Metode pelaksanaan PKM melalui pendidikan non formal berupa pelatihan, praktik dan pendampingan. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi: persiapan program, sosialisasi program, pelatihan sek reversal, penerapan dan pendampingan sek reversal dan evaluasi. Hasil PKM diperoleh, mitra memahami tahapan pelaksanaan dan tujuan pelaksanaan program pengabdian pada waktu sosialisasi. Peserta pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan dan wawasan tentang sek reversal ikan dari 23% (pre-test) menjadi 79% (post-test). Petani ikan mengetahui alur kerja penerapan sek reversal dan trampil dalam melakukannya. Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan merupakan indikator keberhasilan pelaksanaan program transfer iptek ke petani ikan, melalui pelatihan dan praktek langsung. Kesimpulannya, kelompok petani ikan mengalami peningkatan pengetahuan tentang sek reversal ikan sebesar 56% dan mampu menghasilkan benih ikan nila monoseks jantan.
Copyrights © 2025