Penyandang disabilitas semakin tahun semakin meningkat. Disabilitas sebagai suatu kondisi ketidakmampuan penyandang disabilitas melaksanakan peran dan fungsi dalam kehidupannya sehari-hari. Hal ini berkaitan dengan kurangnya kemampuan anggota tubuh untuk menjalankan fungsi secara normal yang dapat disebabkan oleh luka, penyakit, maupun pertumbuhan yang tidak sempurna. Disabilitas berjalan dapat dibantu dengan melakukan modifikasi alat bantu dan membutuhkan strategi pelatihan agar pasien bisa mencapai ambulasi yang optimal pada saat melakukan pergerakan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pengrajin aluminium dalam pembuatan kruk melalui pemberian pelatihan dan pendampingan. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi pelatihan teknik pembuatan kruk ergonomi dan pendampingan di bengkel mitra. Pre test dan post test dilakukan sebelum dan setelah pelaksanaan pelatihan. Hasil pengabdian masyarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan para pengrajin aluminium sebesar 29% dan peningkatan keterampilan dalam pembuatan kruk ergonomi. Hasil pengamatan selama pelatihan dan pendampingan di bengkel mitra tampak bahwa mitra mampu mengulangi keterampilan yang telah diajarkan dengan baik. Pengetahuan dan keterampilan yang baik memudahkan para pengrajin aluminium berperan aktif dalam proses pembuatan kruk sebagai upaya pemenuhan kebutuhan alat bantu bagi penyandang disabilitas. Ilmu yang diperoleh dari pelatihan dan pendampingan ini dapat dimanfaatkan para pengrajin aluminium dalam menciptakan alat bantu jalan pasien yang mengalami disabilitas dengan bantuan kruk ergonomi. Kegiatan pelatihan pembuatan kruk ergonomi yang telah dilaksanakan memberikan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan mitra sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas berjalan.
Copyrights © 2025