Infeksi nosokomial merupakan masalah serius di Indonesia, dengan prevalensi 6-16%. Infeksi ini meningkatkan morbiditas, mortalitas, lama rawat inap, dan biaya perawatan. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di rumah sakit menjadi upaya penting untuk mengurangi risiko penularan pada pasien, tenaga medis, dan masyarakat. Namun, pelaksanaan program PPI masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan sumber daya, infrastruktur, serta kepatuhan terhadap protokol. Literatur review ini menganalisis efektivitas program PPI, kepatuhan tenaga kesehatan terhadap kebersihan tangan, serta faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Data dikumpulkan melalui pencarian jurnal dengan kata kunci seperti “Pencegahan Infeksi Nosokomial,” AND “Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit,” OR “Kepatuhan Kebersihan Tangan.” Hasil studi menunjukkan bahwa program Continuous Quality Improvement (CQI) dan kebersihan tangan efektif dalam mengurangi infeksi nosokomial. Namun, tantangan tetap ada dalam implementasi dan pemeliharaan program PPI. Faktor seperti pengetahuan, motivasi, supervisi, dan beban kerja berperan penting dalam keberhasilan program ini di fasilitas kesehatan.
Copyrights © 2025