Kemajuan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi, terutama di kalangan Generasi Z. TikTok sebagai platform berbasis video pendek menjadi salah satu media utama yang digunakan untuk berinteraksi dan mengekspresikan diri. Dalam interaksi tersebut, penggunaan singkatan dan akronim semakin umum digunakan, yang berpotensi mempengaruhi pemahaman bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan singkatan dan akronim terhadap pemahaman bahasa Indonesia di era Gen-Z, dengan studi kasus pada konten TikTok. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif terhadap data yang diperoleh dari kuesioner elektronik yang disebarkan kepada mahasiswa dan mahasiswi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menganggap singkatan dan akronim mempermudah komunikasi (57,1%), namun terdapat kekhawatiran terkait degradasi bahasa akibat penggunaan berlebihan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun singkatan dan akronim dapat meningkatkan efisiensi komunikasi, penggunaan yang tidak terkendali dapat berdampak pada berkurangnya keterampilan berbahasa formal. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan dalam penggunaan bahasa agar kreativitas dalam komunikasi digital tidak mengurangi pemahaman terhadap bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Copyrights © 2025