Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Nilai-Nilai Pancasila pada Sila Ke-5 Dalam Proses Pembelajaran Tingkat SMP, SMA dan Tingkat Perguruan Tinggi Serephita, Grace; Purba, Gracemon Aprilia; Sitorus, Meyla Isnaini; Salsabilah, Ridha; Manik, Romauli Magdalena; Simamora, Theresia Valesita; Rahmayati, Luthfia; Jamaludin, Jamaludin
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4742

Abstract

Pancasila berasal dari kata panca yaitu lima dan sila yang berarti dasar, asas dan peraturan tingkah laku yang baik dan mendidik dengan demikian pancasila dijadikan dasar dalam berpilaku. Suatu bangsa tidak dapat berdiri tegak tanpa dasar negara yang dijadikan pegangan dan arah tujuan yang jelas kemana bangsa Indonesia akan dibawa. Pendidikan Pancasila, sebagai mata pelajaran wajib di seluruh jenjang pendidikan, diharapkan dapat membentuk individu yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan sosial maupun di lingkungan masyarakat, untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan berkeadaban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain survei deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner elektronik yang disebarkan kepada 51 responden yang terdiri dari siswa SMP, SMA, dan Mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ke-5, dalam kehidupan pendidikan di Indonesia. Mayoritas responden (96,1%) memberikan tanggapan positif terhadap penerapan prinsip keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila, menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya keadilan sosial dan efektivitas penerapan nilai-nilai tersebut dalam pendidikan. Variasi tanggapan responden menunjukkan rendahnya koefisien variasi (8,2%), yang mengindikasikan konsistensi pandangan terkait praktik keadilan dalam pembelajaran. Responden usia 16-18 tahun cenderung lebih kritis dalam menilai implementasi nilai tersebut, sementara mahasiswa Universitas Negeri Medan menunjukkan tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Penelitian ini memiliki kekuatan berupa sampel yang beragam dari berbagai jenjang pendidikan dan instrumen yang komprehensif dengan tingkat keberterimaan yang tinggi (84,1%). Namun, penelitian ini juga memiliki keterbatasan, seperti jumlah responden yang terbatas (51 orang), terbatasnya wilayah geografis, serta potensi bias responden.
Analisis Dampak Penggunaan Singkatan dan Akronim terhadap Pemahaman Bahasa Indonesia di Era Gen-Z: Studi Kasus Kebahasaan dalam Konten TikTok Serephita, Grace; Manik S, Romauli Magdalena; Sitorus, Meyla Isnaini; Simamora, Theresia Valesita; Salsabilah, Ridha; Waruwu, Aryan; Hutasoit, Winter; Tansliova, Lili
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5716

Abstract

Kemajuan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi, terutama di kalangan Generasi Z. TikTok sebagai platform berbasis video pendek menjadi salah satu media utama yang digunakan untuk berinteraksi dan mengekspresikan diri. Dalam interaksi tersebut, penggunaan singkatan dan akronim semakin umum digunakan, yang berpotensi mempengaruhi pemahaman bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan singkatan dan akronim terhadap pemahaman bahasa Indonesia di era Gen-Z, dengan studi kasus pada konten TikTok. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif terhadap data yang diperoleh dari kuesioner elektronik yang disebarkan kepada mahasiswa dan mahasiswi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menganggap singkatan dan akronim mempermudah komunikasi (57,1%), namun terdapat kekhawatiran terkait degradasi bahasa akibat penggunaan berlebihan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun singkatan dan akronim dapat meningkatkan efisiensi komunikasi, penggunaan yang tidak terkendali dapat berdampak pada berkurangnya keterampilan berbahasa formal. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan dalam penggunaan bahasa agar kreativitas dalam komunikasi digital tidak mengurangi pemahaman terhadap bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila pada Sila Ke-5 Dalam Proses Pembelajaran Tingkat SMP, SMA dan Tingkat Perguruan Tinggi Serephita, Grace; Purba, Gracemon Aprilia; Sitorus, Meyla Isnaini; Salsabilah, Ridha; Manik, Romauli Magdalena; Simamora, Theresia Valesita; Rahmayati, Luthfia; Jamaludin, Jamaludin
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4742

Abstract

Pancasila berasal dari kata panca yaitu lima dan sila yang berarti dasar, asas dan peraturan tingkah laku yang baik dan mendidik dengan demikian pancasila dijadikan dasar dalam berpilaku. Suatu bangsa tidak dapat berdiri tegak tanpa dasar negara yang dijadikan pegangan dan arah tujuan yang jelas kemana bangsa Indonesia akan dibawa. Pendidikan Pancasila, sebagai mata pelajaran wajib di seluruh jenjang pendidikan, diharapkan dapat membentuk individu yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan sosial maupun di lingkungan masyarakat, untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan berkeadaban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain survei deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner elektronik yang disebarkan kepada 51 responden yang terdiri dari siswa SMP, SMA, dan Mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ke-5, dalam kehidupan pendidikan di Indonesia. Mayoritas responden (96,1%) memberikan tanggapan positif terhadap penerapan prinsip keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila, menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya keadilan sosial dan efektivitas penerapan nilai-nilai tersebut dalam pendidikan. Variasi tanggapan responden menunjukkan rendahnya koefisien variasi (8,2%), yang mengindikasikan konsistensi pandangan terkait praktik keadilan dalam pembelajaran. Responden usia 16-18 tahun cenderung lebih kritis dalam menilai implementasi nilai tersebut, sementara mahasiswa Universitas Negeri Medan menunjukkan tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Penelitian ini memiliki kekuatan berupa sampel yang beragam dari berbagai jenjang pendidikan dan instrumen yang komprehensif dengan tingkat keberterimaan yang tinggi (84,1%). Namun, penelitian ini juga memiliki keterbatasan, seperti jumlah responden yang terbatas (51 orang), terbatasnya wilayah geografis, serta potensi bias responden.