Pendidikan memiliki peran kritis dalam membentuk karakter dan mewujudkan keadilan sosial, terutama dalam konteks mengatasi dinamika kelompok minoritas dan mayoritas di Indonesia. Artikel ini mengkaji pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Kedua "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", dalam pendidikan karakter untuk menghapuskan sekat-sekat sosial di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi literatur untuk menganalisis strategi pengembangan karakter yang toleran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis Pancasila dapat efektif dilakukan melalui: (1) integrasi nilai-nilai kemanusiaan ke dalam kurikulum, (2) pengembangan kecerdasan interpersonal dan intrapersonal siswa, (3) penciptaan lingkungan sekolah inklusif, dan (4) pemberdayaan guru sebagai teladan. Pendekatan holistik ini bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran mendalam akan keberagaman, mampu berempati, dan menghormati perbedaan tanpa membedakan latar belakang. Artikel menekankan bahwa pendidikan merupakan instrumen transformatif untuk membangun masyarakat yang adil, bermartabat, dan sesuai dengan semangat Pancasila, dengan fokus pada penghapusan dikotomi minoritas-mayoritas melalui praktik pendidikan yang inklusif dan berkarakter.
Copyrights © 2025