Stockpile (tumpukan material) merupakan tempat penyimpanan batubara sementara yang digunakan sebagai penyangga antara pengiriman dan produksi batubara. Salah satu kegiatan utama dalam pengelolaan stockpile batubara adalah monitoring volume batubara. Survei volumetrik merupakan kegiatan rutin yang memiliki fungsi pengawasan dalam area stockpile batu bara. Hasil pengukuran volume yang akurat sangat diperlukan untuk perhitungan volume batubara sehingga target nilai ekonomis cadangan dan produksi tidak melenceng jauh dari perencanaan. Akurasi pengukuran volume ditentukan oleh metode dan peralatan yang digunakan. Perangkat survei yang umum digunakan dalam pengukuran volume adalah alat Total Station (TS), Receiver GNSS tipe RTK (Real Time Kinematic), atau Terrestrial Laser Scanner (TLS). Pemanfaatan wahana Unmanned Aerial Vehicle (UAV) metode Light Detection and Ranging (Lidar) menjadi metode baru yang digunakan untuk pengukuran volume stockpile. Penelitian dilakukan dengan membandingkan hasil hitungan volume dari akuisisi data UAV Lidar, dan penimbangan pada periode waktu yang sama. Uji volume dilakukan dengan membandingkan volume keseluruhan timbangan (bulk volume) dan volume hasil dari UAV Lidar. Hasil uji menunjukan bahwa, hitungan volume kedua metode tersebut memiliki selisih yang sangat kecil. Volume hasil perhitungan metode UAV Lidar sebesar 134.333,038 metrik ton. Hasil perhitungan tonase penimbangan adalah 136.196,663 metrik ton, terdapat selisih sebesar 1863,625 metrik ton (1,39 %). Angka selisih ini masih memenuhi standar toleransi ASTM (American Standard Testing and Material) sebesar 2% sehingga data perhitungan dapat digunakan. Metode pengukuran volume dengan UAV Lidar bisa digunakan untuk pengukuran stockpile batu bara.
Copyrights © 2025