Penelitian ini membahas integrasi sejarah lokal Sulawesi Selatan dalam pembelajaran sejarah dengan menyoroti kepahlawanan Sultan Hasanuddin dan kearifan budaya Bugis-Makassar. Tujuan penelitian ini adalah memperkuat identitas budaya, menanamkan nilai patriotisme, serta meningkatkan apresiasi siswa terhadap sejarah daerah. Sultan Hasanuddin, dengan perjuangannya melawan kolonialisme Belanda, mencerminkan keberanian dan kepemimpinan strategis. Selain itu, filosofi Siri’ na Pacce dan Tellu Cappa dari budaya Bugis-Makassar mengajarkan nilai harga diri, solidaritas, dan kebijaksanaan. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa metode interaktif seperti storytelling, diskusi, dan studi lapangan dapat membuat pembelajaran lebih efektif. Penerapan strategi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya mempertahankan nilai-nilai budaya dalam kehidupan modern. Dengan pendekatan ini, diharapkan generasi muda dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai kepahlawanan serta kebijaksanaan budaya dalam kehidupan mereka, sehingga sejarah lokal tidak hanya menjadi materi akademik, tetapi juga bagian dari identitas dan karakter mereka.
Copyrights © 2025