Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Vol 2, No 2 (2025): APRIL

Etis Teologi Kristen dalam Menyikapi Gerakan #MeToo: Membaca Makna Kesetaraan Gender dalam Konteks Teologi dan Perlindungan Terhadap Korban Kekerasan Seksual

Arifianto, Yonatan Alex (Unknown)
Rahayu, Yohana Fajar (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Apr 2025

Abstract

The #MeToo movement has brought global attention to issues of sexual harassment and gender inequality, sparking widespread debates about women's rights and safe spaces for victims of crime. In the context of Christian theology, this issue is often faced with the challenge of interpreting teachings that can maintain gender hierarchy. This article aims to examine the ethics of Christian theology in response to the #MeToo movement, with a focus on gender equality and the protection of victims of sexual violence. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it is concluded that Christianity needs to reinterpret biblical teachings in the context of gender equality. Which indeed focuses on the theology of feminism and religious perspectives on women and certainly narrates the role of Christian theological ethics in Responding to Sexual Violence. So that Christianity can theologically analyse gender equality in religious teachings in responding to the #metoo movement.  This is very much needed because Christian theology has the capacity to become an agent of change in supporting gender equality and fighting sexual violence, although it requires a more progressive transformation of thought in the interpretation of religious teachings.AbstrakGerakan #MeToo telah membawa perhatian global terhadap isu pelecehan seksual dan ketidaksetaraan gender, memicu perdebatan luas tentang hak perempuan dan ruang aman bagi korban tindak kejahatan. Dalam konteks teologi Kristen, masalah ini sering kali dihadapi dengan tantangan interpretasi ajaran yang dapat mempertahankan hierarki gender. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji terkait etika teologi Kristen dalam merespons gerakan #MeToo, dengan fokus pada kesetaraan gender dan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual. Menggunkan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature, maka disimpulkan bahwa perlunya kekristenan dalam reinterpretasi ajaran Alkitab terkait konteks kesetaraan gender. Yang memang berfokus pada teologi feminisme dan perspektif agama terhadap perempuan dan tentu menarasikan peran etika teologis Kristen dalam Menyikapi Kekerasan Seksual. Sehingga kekristenan dapat menganalisis teologis terhadap kesetaraan gender dalam ajaran agama dalam merespons gerakan #metoo.  Hal itu sangat dibutuhkan sebab teologi Kristen memiliki kapasitas untuk menjadi agen perubahan dalam mendukung kesetaraan gender dan melawan kekerasan seksual, meskipun memerlukan transformasi pemikiran yang lebih progresif dalam interpretasi ajaran agama. Kata Kunci:  Teologi Kristen, Gerakan #MeToo, Kesetaraan Gender, Kekerasan Seksual.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

khamisyim

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Social Sciences Other

Description

KHAMISYI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani merupakan wadah bagi setiap penulis, peneliti baik para dosen maupun mahasiswa, yang ingin mempublikasikan naskah penelitian dalam bentuk penelitian literature maupun penelitian lapangan. Adapun Fokus dan Scope ruang lingkup KHAMISYIM Jurnal ...