Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah dasar masih sering menggunakan modul proyek tanpa memperhatikan capaian dimensi, elemen, dan sub-elemen pada setiap tahapnya. Kondisi ini menyebabkan implementasi P5 tidak optimal sesuai dengan pedoman yang ada. Keterbatasan media pembelajaran menjadi tantangan utama dalam mendukung kegiatan P5, dan kreativitas siswa yang seharusnya menjadi salah satu fokus utama justru menunjukkan penurunan. Hal ini menunjukkan adanya permasalahan dalam pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal yang terintegrasi dengan P5. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektivan e-modul P5 berbasis kearifan lokal tradisi Bulusan Kudus dalam meningkatkan kreativitas siswa kelas 5 SDN 3 Hadipolo. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implementation, Evaluation). Metode pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Hasil tes menunjakan bahwa N-gain score memperoleh nilai sebesar 0,77 berkategori tinggi dan perolehan N-gain persen 77,34% “efektif”. Berdasarkan hasil uji N-gain menunjukan bahwa, e-modul P5 berbasis kearifan lokal tradisi Bulusan Kudus dinyatakan layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan kreativitas peserta didik kelas V SDN 3 Hadipolo
Copyrights © 2025