Latar Belakang : Tradisi lisan merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan budaya takbenda Indonesia yang merefleksikan identitas, nilai, dan sistem pengetahuan masyarakat adat. Dalam konteks modernisasi dan globalisasi, eksistensi tradisi lisan menghadapi tantangan serius, terutama akibat menurunnya penggunaan bahasa daerah dan dominasi budaya populer. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisi lisan dalam pelestarian identitas budaya lokal melalui studi kasus pada masyarakat adat Baduy di Banten dan Toraja di Sulawesi Selatan. Metode : Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis dilakukan secara tematik dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga validitas data. Hasil dan Pembahasan : Tradisi lisan di komunitas Baduy dan Toraja masih bertahan dan berperan penting dalam mewariskan nilai, membentuk identitas, serta melindungi budaya lokal dari pengaruh luar. Baduy menggunakan cerita dan petuah leluhur sebagai pendidikan adat, sementara Toraja melestarikan nilai dan struktur sosial melalui nyanyian ritual. Meski terdesak modernisasi, masyarakat mulai memanfaatkan media digital dan pendekatan komunitas untuk menjaga tradisi tersebut tetap hidup. Kesimpulan : Tradisi lisan merupakan pondasi penting dalam pelestarian identitas budaya lokal. Untuk memastikan keberlanjutannya, diperlukan sinergi antara komunitas adat, pemerintah, akademisi, dan media melalui pendekatan yang adaptif dan partisipatif.
Copyrights © 2024