Fenomena perundungan atau bullying di lingkungan sekolah saat ini menjadi problem yang mendapatkan perhatian khusus di dunia Pendidikan. Maka dari itu dalam mengatasi masalah bullying di lingkungan pendidikan, penting untuk mengambil tindakan yang tegas dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menjelaskan bagaimana cara memahami dan menyikapi fenomena bullying yang terjadi pada lingkungan sekolah dalam perspektif filsafat pendidikan eksistensialisme. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan penelitian/studi kepustakaan (library research). Data yang didapatkan bersumber dari kumpulan beberapa artikel-artikel yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah. Hasil Penelitian menunjukkan terjadinya kekerasan di lingkungan Pendidikan baik dalam bentuk kekerasan psikologis, Fisik maupun verbal akan memberikan dampak yang merugikan bagi korban. Siswa yang menjadi korban bullying akan mengalami permasalahan kesulitan dalam membina hubungan interpersonal dengan orang lain. Semua pihak, baik orang tua, guru, masyarakat termasuk pemerintah, perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi semua anak. Relevansi ajaran filsafat Pendidikan eksistensialisme dengan tujuan pendidikan di Indonesia terletak pada nilai dasar eksistensialisme yaitu untuk membina kawasan afektif yang dapat mewujudkan kepribadian yang utuh.
Copyrights © 2025