Holistik Jurnal Kesehatan
Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1

Hubungan antara usia dan masa kerja dengan kelelahan kerja pada sopir pengemudi travel

Wati, Desi Indriani Rahma (Unknown)
Ashar, Yulia Khairina (Unknown)
Indriani, Fatma (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Mar 2025

Abstract

Background: Work fatigue caused by work period and age factors is one of the occupational health and safety problems that can be a risk of accidents while driving. Purpose: To determine the relationship between length of service and age and work fatigue in travel drivers. Method: Quantitative research with a cross-sectional design approach, involving 33 Commanditaire Vennootschap Raffi Expres Travel Kutacane drivers, was conducted in July-August 2024. Results: The average age of respondents is 30 years with a standard deviation value of 5.0 in the age range of 25-35 years with a p-value of 0.009 (<0.05), so there is a relationship between age and work fatigue. In addition, a PR value of 7.368 was obtained, indicating that respondents aged ≥ 30 years have a 7.368 times greater risk of experiencing high levels of work fatigue compared to respondents aged > 30 years. There are 21 respondents (63.6%) who have a work period containing co (≥ 5 years) with a p-value of 0.027 and an OR value of 5.714. This indicates that a work period of ≥ 5 years is at risk of experiencing high work fatigue compared to respondents who have a work period of < 5 years. Conclusion: There is a significant relationship between length of service and age with work fatigue in travel drivers (p-value <0.05).   Keywords: Age; Driver; Job Fatigue; Length of Service.   Pendahuluan: Kelelahan kerja yang disebabkan oleh masa kerja dan faktor usia adalah salah satu permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat menjadi risiko terjadi kecelakaan pada saat bekerja mengemudi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan masa kerja dan usia terhadap kelelahan kerja pada sopir pengemudi travel. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional, melibatkan 33 sopir pengemudi travel CV Raffi Expres Travel Kutacane, dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2024. Hasil: Rata-rata usia responden adalah 30 tahun dengan nilai standar deviasi 5.0 pada rentang usia 25-35 tahun dengan p-value 0.009 (<0.05), maka ada hubungan antara usia dengan kelelahan kerja. Selain itu, diperoleh nilai PR sebesar 7.368, menunjukkan bahwa responden berusia ≥ 30 tahun mempunyai risiko 7.368 kali lebih besar untuk mengalami tingkat kelelahan kerja yang tinggi dibandingkan dengan responden berusia >30 tahun. Terdapat 21 responden (63.6%) yang memiliki masa kerja berisiko (≥ 5 tahun) dengan p-value 0.027 dan nilai OR sebesar 5.714. Hal ini menunjukkan bahwa masa kerja ≥ 5 tahun berisiko mengalami kelelahan kerja yang tinggi dibandingkan dengan responden yang memiliki masa kerja < 5 tahun. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dan usia terhadap kelelahan kerja pada sopir pengemudi travel (p-value <0.05).   Kata Kunci: Kelelahan Kerja; Masa Kerja; Sopir Travel; Usia.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

hjk

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek ...