Pengajar mempunyai tujuan supaya peserta didik mampu menjawab tantangan yang akan diberikan, misalnya bentuk tugas. Melalui pengajaran dan informasi yang diberikan oleh guru maka peserta didik dengan mudah akan dapat menjawab tugas yang diberikan serta melalui tantangan yang sedang dihadapi. Pengajaran tersebut memiliki dampak positif bagi peserta didik baik itu untuk takut akan Tuhan dan hidup di dalam hikmat. Namun berdasarkan masih ada peserta didik yang tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan masih melawan orang tuanya bahkan berani memukul orang tuanya yang membuat terhambatnya pertumbuhan peserta didik di dalam takut akan Tuhan. Raja Salomo memberikan Pengajaran yang benar dan memiliki dampak positif bagi peserta didik berdasarkan Amsal 3:1-12, oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat, dan dimensi yang dominan dalam menentukan terimplementasikannya metode pengajaran Yesus Kristus berdasarkan Amsal 3:1-12 bagi peserta didik di SMP BOPKRI 5 Yogyakarta tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, data diperoleh dari observasi dan kuisioner yang dibagikan. Hasil menunjukkan bahwa tingkat Implementasi Pengajaran Raja Salomo Tentang Mendidik Anak Muda Berdasarkan Amsal 3:1-12 Bagi Peserta Didik Kelas VIII Di SMP BOPKRI 5 Yogyakarta ada dalam kategori sedang dan Dimensi yang paling dominan menentukan terimplementasinya Pengajaran Raja Salomo Tentang Mendidik Anak Muda Berdasarkan Amsal 3:1-12 Bagi Peserta Didik Kelas VIII Di SMP BOPKRI 5 Yogyakarta yaitu Diajar Untuk Takut Akan Tuhan.
Copyrights © 2024