Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemandirian belajar mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam Institut Daarul Quran Jakarta. Populasi penelitian berjumlah 102 dari jumlah seluruh angkatan program studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, sample penelitian ini diambil mengunakan rumus Slovin dengan tingkat margin of eror sebesar 0,010 dengan menggunakan Simple Random Sampling dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 51 Mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam Institut Daarul Quran Jakarta. Pengumpulan data menggunakan instrumen kemandirian belajar yang diuji validitas butir instrumen menggunakan product moment dengan kriteria r-tabel yang digunakan sebesar 0,312 menghasilkan 33 butir pernyataan yang valid. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach dan didapatkan hasil 0,940 yang berarti bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif survei dengan menggunakan alat analilsis mean dan standar deviasi untuk mengetahui tingkat kemandirian belajar mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam Institut Daarul Quran Jakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat kemandirian belajar mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam berada pada kategori sedang. Berdasarkan data diketahui bahwa sebanyak 9 mahasiswa (17,5%) berada pada kategori tinggi, 33 mahasiswa (65,0%) berada pada kategori sedang dan 9 mahasiswa (17,5%) berada pada kategori rendah. Sebagian besar mahasiswa memiliki kemandirian belajar yang tinggi akan tetapi belum menunjukkan konsistensi perilaku dalam memenuhi seluruh indikator-indikator kemandirian belajar. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami tingkat kemandirian belajar yang dimiliki oleh mahasiswa sehingga dapat diberikan rekomendasi penelitian lebih lanjut dalam memberikan pengembangkan metode pengajaran ataupun kegiatan penunjang yang dapat meningkatkan kemandirian belajar serta implikasinya terhadap proses pembelajaran mahasiswa.
Copyrights © 2025