Dahlia, Febri
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROFIL KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X DI MAN 1 KOTA TANGERANG Adaniyah, Aropiatul; Dahlia, Febri
JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling Vol. 5 No. 01 (2024): JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kemandirian belajar peserta didik kelas X MAN 1 Kota Tangerang. Populasi penelitian berjumlah 120 peserta didik dengan menggunakan incidental sampling dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 40 peserta didik dari kelas X IPS. Pengumpulan data menggunakan instrumen kemandirian belajar yang merujuk pada teori Edy Saptono. Uji coba instrumen dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas butir instrumen penelitian menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil uji validitas 33 butir pernyataan dengan kriteria r-tabel yang digunakan sebesar 0,312 menghasilkan 33 butir pernyataan yang valid. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach dan didapatkan hasil 0,940 yang berarti bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi. Metode dalam penelitian dilakukan secara kuantiitaif survey dengan menggunakan alat analilsis mean dan standar deviasi untuk mengetahui tingkat kemandirian belajar peserta didik kelas X MAN 1 Kota Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat kemandirian belajar peserta didik kelas X IPS MAN 1 Kota Tangerang berada pada kategori sedang. Berdasarkan data diketahui bahwa sebanyak 7 peserta didik (17,5%) berada pada kategori tinggi, 26 peserta didik (65,0%) berada pada kategori sedang dan 7 peserta didik (17,5%) berada pada kategori rendah. Sebagian besar peserta didik kelas X IPS MAN 1 Kota Tangerang menuju pada penguasaan kemandirian belajar yang tinggi akan tetapi belum menunjukkan konsistensi perilaku dalam menunjukkan indikator-indikator kemandirian belajar. Oleh karena itu, dapat diketahui masalah yang dialami oleh peserta didik dalam hal kemandirian belajar dan guru BK dapat memberikan layanan BK, seperti konseling individu, bimbingan klasikal, maupun bimbingan kelompok sesuai denngan kebutuhan peserta didik.
IDENTIFIKASI KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING PENDIDIKAN ISLAM INSTITUT DAARUL QUR’AN JAKARTA DAHLIA, FEBRI
Jurnal Pendidikan Pemuda Nusantara Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi Maret 2025
Publisher : STKIPM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56335/jppn.v7i1.235

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemandirian belajar mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam Institut Daarul Quran Jakarta. Populasi penelitian berjumlah 102 dari jumlah seluruh angkatan program studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, sample penelitian ini diambil mengunakan rumus Slovin dengan tingkat margin of eror sebesar 0,010 dengan menggunakan Simple Random Sampling dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 51 Mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam Institut Daarul Quran Jakarta. Pengumpulan data menggunakan instrumen kemandirian belajar yang diuji validitas butir instrumen menggunakan product moment dengan kriteria r-tabel yang digunakan sebesar 0,312 menghasilkan 33 butir pernyataan yang valid. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach dan didapatkan hasil 0,940 yang berarti bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif survei dengan menggunakan alat analilsis mean dan standar deviasi untuk mengetahui tingkat kemandirian belajar mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam Institut Daarul Quran Jakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat kemandirian belajar mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam berada pada kategori sedang. Berdasarkan data diketahui bahwa sebanyak 9 mahasiswa (17,5%) berada pada kategori tinggi, 33 mahasiswa (65,0%) berada pada kategori sedang dan 9 mahasiswa (17,5%) berada pada kategori rendah. Sebagian besar mahasiswa memiliki kemandirian belajar yang tinggi akan tetapi belum menunjukkan konsistensi perilaku dalam memenuhi seluruh indikator-indikator kemandirian belajar. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami tingkat kemandirian belajar yang dimiliki oleh mahasiswa sehingga dapat diberikan rekomendasi penelitian lebih lanjut dalam memberikan pengembangkan metode pengajaran ataupun kegiatan penunjang yang dapat meningkatkan kemandirian belajar serta implikasinya terhadap proses pembelajaran mahasiswa.
STRATEGI GURU KESISWAAN DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH SMP HANJUANG Dahlia, Febri; Wiantina, Nur Azmi; Hsb, Fitri Husaibatul Khairat; Khofiyah, Anida; Wulandari, Nila; Rizkiyah, Laili
Education and Community Service Journal (EduServe) Vol. 1 No. 2 (2025): Education and Community Service Journal (EduServe)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/eduserve.v1i2.440

Abstract

This student service and knowledge activity of the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training aims to describe the role of Student Teacher Strategy in Facing Student Problems at National Plus Hanjuang Junior High School. The theory used in this study is interview theory, which allows researchers to dig deeper into information through direct communication with related parties. This study aims to identify and analyze the strategies of student teachers in dealing with the problems of students at SMP National Plus Hanjuang. Students' problems often include academic, disciplinary, and psychosocial aspects that affect the learning process and the development of their character. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data was obtained through observation, in-depth interviews with student teachers and documentation related to school policies and programs. The results of the study showed that student teachers at SMP National Plus Hanjuang applied various strategies, such as individual coaching, a personal approach to students and parents, and the implementation of counseling guidance programs tailored to student needs. In addition, collaboration with external parties, such as psychologists and educational institutions, is also carried out to overcome more complex problems. The main challenges faced include limited resources, lack of support from parents, and high diversity of student problems. The conclusion of this study confirms that the role of student teachers is very vital in creating a school environment that supports the learning process. An effective strategy requires a holistic approach that involves students, teachers, and parents. This study recommends the development of a more structured model of strategies to address student problems at the junior high school level as a follow-up research agenda.
PERAN SEKOLAH MENGATASI MASALAH PERILAKU ANAK MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS BUDAYA DI DESA GUNUNGSARI Aprilia, Bunga; Maulida, Lida; Nazifah, Naurah; Dahlia, Febri; Billah , Aceng Akhmad Munanzdar Alkafi
Education and Community Service Journal (EduServe) Vol. 1 No. 1 (2025): Education and Community Service Journal (EduServe)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/eduserve.v1i1.415

Abstract

Behavioral problems of elementary school students, such as low discipline, conflicts between friends, and difficulty controlling emotions, are challenges that can hinder the achievement of learning objectives and character building. Schools as formal educational institutions have a strategic role in overcoming these problems through the provision of appropriate counseling guidance services. This community service activity aims to describe the role of schools in overcoming children's behavior problems through culture based group guidance at SDN Gunungsari, Tangerang Regency, in 2024. The implementation method consists of preparation, planning, implementation, evaluation, and follow-up stages. The subjects were 25 students in grades IV and V who were selected based on the results of classroom teacher observations and behavior checklist instruments. The intervention was conducted through six group guidance sessions using the traditional game congklak and reflective discussions based on local cultural values. The results showed a significant decrease in problem behavior, especially in the aspects of discipline, cooperation skills, and emotional control. Classroom teachers acted as facilitators and counselors who accompanied students throughout the process, and provided positive value reinforcement in daily interactions. In conclusion, culture-based group guidance is effective in helping schools shape students' positive behavior while instilling local wisdom values.