Masa remaja merupakan fase kritis dalam perkembangan individu yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, kognitif, dan emosional. Lingkungan sosial, termasuk keluarga, sekolah, teman sebaya, dan masyarakat, memainkan peran signifikan dalam membentuk moralitas remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka untuk menganalisis pengaruh berbagai elemen lingkungan sosial terhadap pembentukan moralitas remaja dalam perspektif psikologi perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memberikan dasar nilai moral melalui pola asuh dan interaksi sehari-hari, sedangkan sekolah berkontribusi melalui interaksi dengan guru dan teman sebaya. Masyarakat dan media sosial, meskipun memberikan peluang pengembangan nilai positif, juga memiliki potensi untuk mempengaruhi moralitas secara negatif tanpa pengawasan yang memadai. Oleh karena itu, kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk mendukung perkembangan moral yang sehat. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi intervensi yang mendukung pembentukan moralitas remaja.
Copyrights © 2024