Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa teologi dalam pelayanan gereja, khususnya yang berkaitan dengan perasaan kebosanan dan keterasingan. Berdasarkan studi literatur dan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali berbagai faktor eksternal dan internal yang memengaruhi pengalaman mahasiswa teologi dalam menjalani pelayanan mereka. faktor eksternal, seperti tekanan akademik dan tuntutan gereja, serta faktro internal, seperti kurangnya refleksi pribadi dan pemahaman mendalam tentang tujuan pelayanan, ditemukan sebagai penyebab utama perasaan tersebut. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pendekatan pendidikan teologi yang lebih holistik utuk menciptakan keseimbangan antara tuntutan akademik, kehidupan rohani, dan pelayanan. Dengan pendekatan yang lebih seimbang ini, mahasiswa diharapkan dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang konteks pelayanan mereka dan bagaimana menerapkan pengetahuan teologis mereka dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman yang lebih mendalam dan refleksi pribadi yang lebih baik dapat membantu mahasiswa teologi menemukan kembali makna dan tujuan dalam pelayanan mereka, serta mengurangi perasaan keterasingan dan kebosanan. Hal ini juga dapat membuka jalan bagi pelayanan yang lebih otentik dan penuh kasih.
Copyrights © 2025