cover
Contact Name
Rasdi Asmara
Contact Email
lokokadatuo@gmail.com
Phone
+6281356564847
Journal Mail Official
lokokadatuo@gmail.com
Editorial Address
Bamba Buntu, Desa Buntu Buda, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Indonesia
Location
Kab. mamasa,
Sulawesi barat
INDONESIA
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis
ISSN : -     EISSN : 30474213     DOI : https://doi.org/10.70418/v1xaxy30
Core Subject : Religion, Education,
Ruang lingkup Jurnal LOKO KADA TUO meliputi: 1. Teologi Kontekstual, 2. Biblika, 3. Pendidikan Kristen, 4. Injil dan Kebudayaan, 5. Misi, 3. Filsafat, 4. Pastoral Kristen.
Articles 24 Documents
BERTEOLOGI PUBLIK TERHADAP EKONOMI DAN EKOLOGI Studi Kasus: Penolakan Rencana Tambang LTJ oleh Masyarakat Salutambun di Kabupaten Mamasa Ferdy Hidayat,
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 1 No. 01 (2024): Maret 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/wt4wkn90

Abstract

Tulisan ini hendak menjawab pertanyaan mengenai sikap teologi publik yang tercipta dalam penolakan rencana tambang LTJ dan polanya secara vertical dan horizontal. Dengan menggunakan alat analisis teologi publik dari Emanuel Gerrit Singgih, tulisan ini menemukan bahwa secara keseluruhan teologi publik yang dibangun dalam penolakan rencana tambang LTJ oleh masyarakat Salutambun telah memperlihatkan sikap kritis dan tidak anti struktur. Muatan ini selaras dengan teologi publik yang dirumuskan oleh Gerrith Singgih baik secara vertikal maupun secara horisontal. Secara vertikal, yang menyentuh tiga ranah teologi, yakni Theo-Logy/Spirituality memperlihatkan solidaritas masyarakat Salutambun menolak rencana tambang LTJ, menampilkan spiritualitas yang tak hanya terkurung dalam gedung gereja; Eklesiologi terlihat pada keberanian masyarakat Salutambun yang menampakkan identitasnya sebagai warga kerajaan Allah yang hendak mengubah ketidakadilan struktural dan terbuka dengan melakukan kerjasama dengan sejumlah elemen gerakan mahasiswa; Misiologi dinampakkan melalui praktik kongkrit Gereja Jemaat Elim Salutambun seperti gedung gereja yang ditempati untuk melakukan rapat dan majelis gereja mengupayakan akomodasi bagi masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi penolakan rencana tambang LTJ. Secara horisontal, penolakan rencana tambang LTJ oleh masyarakat Salutambun, menunjukkan pemetaan tiga poros kekuasaan, yakni: Poros Negara adalah pemerintah, Poros Pasar adalah PT. Monazite San, dan Poros Komunitas adalah Masyarakat . Ditemukan bahwa terjadi ketidakseimbangan dalam tiga pilar civil society, dimana pasar dan komunitas berusaha menguasai satu sama lain. Pasar cenderung mengatur negara dan komunitas, begitu pula dengan komunitas yang ingin menonjolkan dominasinya melalui negosiasi dengan negara.
DARI KETERSISIHAN KE PENERIMAAN : Mefiboset Sebagai Landasan Teologi Difabilitas Dalam Melawan Ideologi Normalisme  Berdasarkan Teks 2 Samuel 9:1-13 Whidelya K. Sisang
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 1 No. 01 (2024): Maret 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/h366tz13

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menyoroti hal-hal dan melihat pandangan teologis mengenai penyandang disabilitas berdasarkan Alkitab. Menurut teologi Allah, penyandang disabilitas adalah ciptaan Tuhan. Penelitian tentang teologi manusia mengarah pada kesimpulan bahwa manusia diciptakan menurut gambar Allah.. Dosa tidak boleh dilihat sebagai akibat kekurangan fisik, karena dosa sebenarnya adalah ketidaktaatan kepada Tuhan. Yesus melakukan hal-hal luar biasa untuk membantu orang-orang cacat memulihkan hubungan mereka dengan Allah. Sama halnya dengan kisah mefiboset yang mengalami cacat sejak berusia lima tahun akibat jatuh dari gendongan pengasuhnya. Roh Kudus adalah penolong pribadi yang dapat membantu penyandang disabilitas menjadi kuat dan percaya diri. Roh Kudus jugalah penghiburan yang membantu para penyandang disabilitas merasa lebih baik ketika mereka tidak bahagia.
Air Sebagai Lambang Realitas Baru Kajian Sosio Air Sebagai Lambang Realitas Baru Kajian Sosio-Ekologi mengenai Air dalam Yohanes 3:1-21 Oktovionaldi Bala Limbong
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 1 No. 01 (2024): Maret 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/q6jy1w37

Abstract

Air adalah sumber daya penting untuk mendukung kebutuhan dasar manusia seperti minum, mencuci, memasak, dan irigasi pertanian. Sehingga air memainkan peran penting dalam kehidupan sosial, juga budaya umat manusia. Sebagai simbol spiritual dan religi, air dapat memiliki berbagai makna dan tujuan dalam masyarakat. Dalam upacara keagamaan seperti upacara penyucian, wudhu, dan pembaptisan, air sering digunakan. Di beberapa budaya, air juga digunakan dalam ritual adat seperti pernikahan, pemakaman, dan perayaan kelahiran sebagai tanda kebersihan dan kesucian. Air dipercaya memiliki kemampuan untuk membersihkan dan menghilangkan dosa, kesalahan, atau yang melekat dengan hal-hal duniawi. Melalui ritual pencucian dengan air, individu dianggap membersihkan diri dan menyucikan jiwa mereka sebagai persiapan untuk berhubungan dengan hal suci atau memasuki kehadiran yang murni. Berangkat dari hal ini, selain memiliki fungsi sosial, tidaklah mengherankan jika air terkadang dianggap sebagai instrumenal yang bersifat simbolik dalam agama.
PERAN ORANG TUA SEBAGAI PENDIDIK DALAM KELUARGA: Studi Teologi Praktika Terhadap Peran  Orang Tua dalam Memelihara Budi Pekerti Menurut Kearifan Lokal di Jemaat Maranatha Rantelemo Lius
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 1 No. 01 (2024): Maret 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/t705v218

Abstract

Masuknya sinyal di Rantelemo pada tahun 2020 sangat berdampak baik bagi masyarakat setempat selain memberikan informasi lebih cepat juga makin memperkaya mereka. Akan tetapi, sisi lain menambah pergumulan orang tua dimana anak-anak mereka suka menghabiskan waktu untuk main handphone bahkan beberapa diantaranya menyalagunakan internet serta sopan santu anak sudah mulai diabaikan. Maka penulisan skripsi ini bertujuan untuk meneliti persoalan yang ada di Jemaat Maranatha Rantelemo dengan melakukan metode penelitian kualitatif. Penulis ingin mengetahui tentang praktik PAK dalam keluarga oleh orang tua, menggali prlikau anak sebagai budi pekerti, serta memberikan usulan yang bagi orang tua Kristen masa kini dalam meningkatkan upaya-upaya nyata praktik PAK dalam keluarga. Hasil penelitian melalui kajian terhadap peran orang tua memberikan relevansi bagi orang tua di Jemaat Maranatha Rantelemo agar mampu menjadi pendidik yang berkualitas dan berupaya menerapkan praktik PAK dalam keluarga. Hasil penelitian diharapkan bahwa pendidikan iman Kristen yang pertama dan utama adalah dimulai dari rumah dengan orang tua sebagai model teladan bagi keluarga.
Peran Gereja Dalam Membangun Teologi Ekologi Suatu Tinjauan Teologis Praktis Terhadap Krisis Ekologi Akibat Perkebunan Nilam Di Jemaat Salubiru Afnal, Afnal Kristi
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 1 No. 01 (2024): Maret 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/s7651r50

Abstract

Tulisan ini membahas tentang peran gereja dalam membangun teologi ekologi dan tinjauan teologis praktis terhadap krisis ekologi akibat perkebun.an nilam di jemaat Salubiru. Keseimbangan ekologis adalah hal yang sangat penting untuk terus disuarakan terkhusus gereja karena menyadari akan tugas dan tanggungjawabnya dalam peran menjaga keutuhan ciptaan. Aktivitas perkebunan tanaman nilam di jemaat salubiru yang dikerjakan secara berlebihan berakibat pada penggundulan hutan yang sangat besar dan inilah yang menyebabkan terjadinya krisis ekologi. Penelitian yang dilakukan dalam mendapatkan informasi ternyata pemimpin dalam gereja yang menjadi sasaran belum mengetahui krisis ekologi sehingga tidak ada edukasi terhadap warga jemaat untuk menjaga dan memelihara relasi dengan ciptaan lainnya. Dalam konteks jemaat pandangan ekologi secara teologis seakan sangat asing dan tidak pernah diketahui dan di sinilah peran gereja dipertanyakan dalam hal tanggungjawabnya menuju masa depan umat manusia dan ciptaan lainnya.
MENJAGA CITRA ALLAH: Gereja Dan Kaum LGBT Riorocky
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 1 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/xbeh2j61

Abstract

Diskursus LGBT semstinya memberi ruang refleksi dengan penuh kerendahan bahwa setiap manusia yang diciptakan Allah memiliki keunikan masing-masing.  Allah menciptakan manusia tanpa membedakan gender supaya manusia terus hidup dalam suatau Persekutuan yang salam tanpa mendeskriminasi satu dengan yang lain. Berdasarkan hal tersebut maka Gereja harus mengelolah suatau Persekutuan tanpa menyudutkan dengan kaum LGBT. Orientasi seksual yang disebabkan oleh biologis dan lingkungan bahkan bukan suatu permintaan yang diminta seseorang ketika lahir, sesuatau yang diterima sebagai sesuatu yang given. Tulisan ini memberi opini kepada gereja yang masi mendeskriminasi kaum LGBT sebagai orang yang berbeda, memang berbeda tetapi mereka adalah Citra Allah yang tidak boleh ditolak dalam suatau peresekutuan yang Allah berikan. Kasih Allah yang trasenden tidak mampu dibatasi oleh perbedaan gender, Allah mengasihi tanpa membeda-bedakan maka setiap ornag yang menerima kasih itu tidak boleh membatasi diri dan membatasi orang lain untuk merasakan kasih Allah.
Kajian Historis-Teologis  Decade To Overcome  Violence Oleh Dewan Gereja-Gereja Se-Dunia Dan Relevansinya Terhadap Teori Multikulturalisme Menurut John Rawls Dan Charles Taylor STEPANUS; MADARHAKAD
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 1 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/2fen0a74

Abstract

Pada dekade 2001-2010, Dewan Gereja-Gereja se-Dunia mencanangkan Decade to Overcome Violence (DOV) sebagai wujud nyata kerinduan sekaligus tanggungjawab gereja mewujudkan harapan dan kebutuhan masyarakat internasional membangun perdamaian dunia berdasarkan keadilan. Dalam hal ini gereja sebagai persekutuan orang-orang percaya kepada Yesus Kristus, terpanggil sekaligus bertanggungjawab mengambil bagian dalam upaya menghapuskan kekerasan demi mewujudkan perdamaian yang menyeluruh dan abadi. Sebagai bagian dari persekutuan orang percaya, setiap orang percaya juga terpanggil sekaligus bertanggungjawab menghapuskan kekerasan dan membangun perdamaian. Penulis melihat adanya relevansi mengenai pemahaman Dewan Gereja-Gereja se-Dunia dengan dicanangkannya DOV tersebut,  dengan teori multikulturalisme yang digagas dua orang pemikir yakni  John Rawls dan Charles Taylor. Relevansi yang dimaksudkan dalam hal ini, terkait pentingnya peranan manusia sebagai individu sekaligus peranan manusia sebagai kolektifitas selaku mahluk sosial yang memang sangat dibutuhkan dalam upaya umat manusia membangun perdamaian berdasarkan keadilan. Menghapuskan kekerasaan dalam rangka membangun  perdamaian adalah harapan, dambaan dan kebutuhan setiap orang sekaligus kebutuhan bersama umat manusia kapan dan dimanapun.
Solidaritas Kesempurnaan Menurut Ibrani 11:35-40 : Sebuah Perspektif Kritis Terhadap Mati Syahid Sebelum Yesus Aprinalia; Friskilia Randa Prading; Gunawan; Jufri Susanto; Jimmy, Jimmy Sucipto
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 1 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/gj7s2a50

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah memberikan sumbangsi pemahaman terhadap paradigma mengenai mati syahid dalam kekristenan, dengan menonjolkan bagaimana ‘kesempurnaa dalam Kritus’ sebagai tolak ukur utama, melalui refleksi iman bagi orang-orang yang mati karena iman sebelum Kristus. Penjelasan ini akan terarah pada suatu konsep penyelesaian bahwa refleksi iman mereka lebih pada pemaknaan dan penyempurnaan itu. Metode penelisikan yang digunakan dalam jurnal ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif atau descriptive research yaitu metode atau pendekatan penelitian yang memberikan informasi sebanyak-banyaknya tentang objek penelitian, serta menjelaskan atau mendeskripsikan masalah atau keadaan dengan baik dengan angka maupun kata-kata. Penelitian ini mengaitkan berbagai sumber yakni sejumlah variabel yang berkenaan akan dibahas dengan berbagai sudut pandang yang berbeda mengikuti jumlah literatur yang ditemukan. Dari penelitian ditemukan bahwa bahwa salah satu sumbangsi teologis yaitu memaknai kesempurnaan dalam Kristus beserta merefleksikan iman adalah bahwa orang Kristen masa kini adalah subjek atau para perefleksi tersebut, dengan “solidaritas kesempurnaan” yaitu bagi mereka yang menunggu rencana indah dari Tuhan. Kematian dalam mempertahankan iman mereka adalah buktinya bahwa iman akan terus berkembang dengan pengalaman, sembari para pengikut Kristus menjadi agen “solidaritas kesempurnaan” bagi mereka. 
Menyingkap Representasi Makna Spiritual The experience of God  Eckhart dalam Film Hachiko “A Dog’s Story Daun Rara, Desi Indriyani
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 1 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/w8kyq191

Abstract

Tulisan ini mengungkap representasi makna spiritual “The Experience of God” menurut Meister Eckhart dalam film Hachiko: A Dog's Story dan melalui pengalaman kasih tanpa syarat (Sunder Warumbe) yang dikembangkan oleh Dorothee Soelle. Penlitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menelaah fenomena kesetiaan seekor anjing terhadap pemiliknya sebagai cerminan kasih Tuhan dan konsep panentheisme, melalui observasi film dan studi literatur terkait teologi dan mistisisme, terutama karya Meister Eckhart dan Dorothee Soelle. Pengalaman spiritual bisa dirasakan melalui relasi manusia dengan ciptaan-Nya, dalam hal ini kesetiaan Hachiko mencerminkan kasih tanpa syarat yang menggambarkan kehadiran Tuhan. Dan tulisan ini memberikan kontribusi baru dalam memahami spiritualitas melalui karya seni, serta pentingnya relasi antara manusia dan ciptaan untuk merasakan kehadiran Ilahi.
Pastoral Pra-nikah dan Pascanikah: Menggali Makna Pernikahan Kristen dalam Menyikapi Maraknya Kasus Perselingkuhan Stefanus, Ronald
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 1 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/yaek9s38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali kembali makna pernikahan Kristen dalam menghadapi realita yang ada yaitu keretakan kehidupan pernikahan karena kasus perselingkuhan. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kepustakaan untuk mencari faktor-faktor apa saja yang menyebabkan perselingkuhan terjadi serta dampak yang ditimbulkan. Dalam penelitian ini, penulis berusaha menggali kembali makna pernikahan Kristen serta peran gereja dalam pelaksanaan pastoral. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa perselingkuhan akan berdampak serius bagi kehidupan pernikahan. Dampak negatif perselingkuhan bukan hanya dirasakan oleh pasangan pelaku perselingkuhan melainkan juga berdampak pada anak dan pelaku perselingkuhan itu sendiri. Oleh sebab itu, gereja memiliki peranan penting untuk melakukan pastoral pra-nikah dan pascanikah untuk meneguhkan setiap pasangan memahami makna pernikahan Kristen yang sesungguhnya.

Page 1 of 3 | Total Record : 24