Anak putus sekolah menjadi masalah serius di Indonesia, berpotensi mengakibatkan penurunan kualitas sumber daya manusia dan menghambat pertumbuhan sosial ekonomi. Fenomena ini dipicu oleh faktor internal, seperti rendahnya motivasi belajar dan gangguan kesehatan mental, serta faktor eksternal, termasuk kemiskinan dan kurangnya perhatian orang tua. Metode pengabdian yang digunakan dengan Participatory Learning and Action, program pendampingan yang memberikan pendidikan non formal dan dukungan psikososial. Tujuannya meningkatkan motivasi belajar, serta meningkatkan keterampilan akademik anak putus sekolah. Hasil dari program ini menunjukkan perkembangan signifikan; anak-anak mengalami peningkatan dalam hal menulis, membaca, berhitung dan motivasi belajar mereka juga semakin meningkat. Partisipasi aktif orang tua dalam proses pendampingan terbukti meningkatkan dukungan yang dibutuhkan anak-anak. Program pendampingan ini merekomendasikan pengurusan proses administrasi oleh pihak kelurahan dan kasih kesra yang akan sangat mendukung serta bisa mengupayakan anak – anak dapat kembali melanjutkan sekolahnya ataupun mengikuti program kejar paket agar mereka mendapatkan Pendidikan formal dan melanjutkan apa yang telah menjadi cita-cita mereka.
Copyrights © 2025