Badminton adalah olahraga yang populer di Indonesia, termasuk di Kota Jayapura, di mana PB. FIK Uncen berperan aktif dalam pembinaan atlet berbakat. Pencapaian prestasi dalam bulu tangkis sangat bergantung pada penguasaan teknik, dengan salah satu teknik penting adalah smash. Smash yang kuat dan terarah dipengaruhi oleh berbagai faktor fisik, terutama kekuatan otot lengan, koordinasi mata-tangan, fleksibilitas tubuh, serta antropometri seperti tinggi dan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang paling dominan antara antropometri (tinggi badan, berat badan) dan kemampuan fisik (power otot tungkai, koordinasi mata-tangan, fleksibilitas, kekuatan otot lengan) terhadap kemampuan smash bulutangkis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis faktor konfirmatori (CFA) dan regresi linier berganda pada 15 atlet PB. FIK Uncen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan otot lengan memiliki pengaruh dominan terhadap kemampuan smash, dengan koefisien regresi tertinggi (0,187). Keseimpulan bahwa kemampuan smash dalam permainan bulutangkis dipengaruhi oleh beberapa faktor antropometri dan fisik. Berdasarkan hasil penelitian ini, variabel kekuatan otot lengan (X6) memiliki pengaruh paling dominan terhadap kemampuan smash.
Copyrights © 2024