Penelitian ini mengungkap peran krusial Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial Kabupaten Siak dalam mengatasi stunting dan meningkatkan ketahanan keluarga. Kementerian Agama aktif dalam edukasi melalui bimbingan perkawinan, sosialisasi gizi, dan penerapan nilai-nilai Islam dalam ceramah agama serta media sosial. Dinas Kesehatan fokus pada sosialisasi gizi, penyediaan suplemen, dan pelatihan petugas kesehatan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil. Sementara Dinas Sosial mendukung dengan Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non-Tunai, memperkuat akses keluarga miskin terhadap kesehatan dan nutrisi. Pendekatan ini didukung nilai-nilai Islam seperti tawakkal, shura, dan sabr, terintegrasi dalam program Posyandu Terpadu dan PKH. Kolaborasi lintas lembaga dengan monitoring dan evaluasi aktif serta partisipasi masyarakat menghasilkan dampak signifikan dalam mengurangi stunting dan kemiskinan di Siak. Integrasi nilai-nilai agama dalam strategi pencegahan stunting membuka jalan bagi upaya yang lebih holistik dan berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga di tingkat lokal.
Copyrights © 2025