Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PEMBERDAYAAN REMAJA BERBASIS MASJID (Studi Terhadap Remaja Masjid di Labuh Baru Barat) Aslati Aslati; Silawati Silawati; Sehani Sehani; Nuryanti Nuryanti
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v3i2.6353

Abstract

Tujuan dari Pemberdayaan Remaja Masjid adalah untuk menggali sumberdaya remaja yang lahir dari program-program yang berbasis Masjid agar terwujud remaja yang berakhlak mulia dan Qurani.Istilah Remaja Masjid tidak asing bagi umat Islam di Indonesia.Remaja Masjid adalah organisasi yang mewadahi aktivitas remaja muslim dalam memakmurkan Masjid, yang berorientasi pada aktivitas kemasjidan, keislaman, keilmuan, keremajaan dan keterampilan, organisasi ini dapat memberikan kesempatan bagi anggotanya mengembangkan diri sesuai bakat dan kreativitas mereka di bawah pembinaan Pengurus/Ta’mir Masjid.Metode pemberdayaan adalah Participatory Action Research (PAR). Hasil dari kegiatan pemberdayaan adalah Remaja diajak untuk mengembangkan diri melalui Pelatihan kepemimpinan dan Organisasi serta mengaplikasikan program yang sudah dirancang seperti pengembangan usaha ekonomi kreatif berbasis kerajinan tangan dan dijual di  warung-warung, swalayan, sekolah-sekolah.
Aktivitas Filantrovi Kemanusiaan Oleh Komunitas Juma'at Berkah Bina Sosial Pekanbaru Dalam Perspektif Islam Aslati Aslati; Silawati Silawati
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v5i2.11687

Abstract

AbstrakIstilah Filantropi Kemanusiaan indentik dengan kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh orang atau individu atau komunitas tertentu dalam rangka membantu masyarakat yang kurang mampu atau masyarakat terdampak bencana. Dalam hukum Islam gerakan membatu antar sesama justru sudah ditegaskan didalam Al-Quran dan Sunnah dalam bentuk zakat, infaq dan sedekah. Apa yang sudah dilakukan dalam berbagai kegiatannya oleh Komunitas JB BSP merujuk kepada pekerjaan filantropi kemasyarakatan dimana kegitan tersebut sejalan dengan anjuran hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh Komunitas JB BSP. Metode Penelitian mencakup jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosial, ekonomi, dan pendidikan dengan analisis hukum Islam sebagaimana dalam al-Quran Surat al-maidah: 2. Informan penelitian berjumlah 4 orang yang terdiri dari penggagas terbentuknya komunitas JB BSP, dan pelaksana lapangan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian adalah terdapat berbagai kegiatan filantropi kemanusiaan yang sejalan dengan tuntunan hokum Islam, kegiatan tersebut mencakup yang sudah dilakukan oleh Komunitas JB BSP yakni sebagai berikut : (a) Menyalurkan bantuan sosial berupa sembako (b) Memberikan bantuan uang tunai untuk modal usaha oleh sasaran. (b) Memberikan bantuan sosial berupa material yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur. (c) Memberikan bantuan sosial dengan sasaran panti yatin dan jompo. (d) mengadakan kegiatan donor darah bekerjasama dengan PMI.________ Kata Kunci : Hukum Islam, Filantropi Kemanusiaan, Komunitas AbstractThe term Humanitarian Philanthropy is synonymous with social activities carried out by certain people or individuals or communities in the context of helping underprivileged communities or communities affected by disasters. In Islamic law, it is supported and emphasized based on the Al-Quran and Sunnah in the form of zakat, infak and sedekah. What has been done in the form of various activities by the JB BSP Community refers to this term in which these activities are in line with Islamic law. This study aims to know what empowerment efforts are carried out by the JB BSP Community. This research is a descriptive qualitative study with a social, economic, and educational approach analyzed from Islamic law perspective. Informants were 4 people consisting of the initiators of the JB BSP community, and field implementers. The research data were obtained through observation, interviews and documentation. The findings of the study are that there are various humanitarian philanthropic activities that are in line with the guidance of Islamic law as in the Al-Qur’an of al-maidah: 2. The philanthropic activities carried out by the JB BSP Community are as follows: (a) distributing basic necessities of people (b ) Providing cash money for venture capital based on certain requirements (b) providing social assistance in the form of goods covering the fields of education, health, and infrastructure (c) providing social assistance for orphanage (d) holding blood donation activities in collaboration with the PMI (Indonesian Red Cross Organization)._________Keywords: Islamic Law, Humanitarian Philanthropy, Community
THE LEGAL TRADITION IN INDONESIA: FINDING THE MIDDLE WAY Maghfirah Maghfirah; Zulkifli Zulkifli; Muhammad Alpi Syahrin; Aslati Aslati
Sosiohumaniora Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v24i1.35341

Abstract

Community life continues to develop dynamically. Along with that, various demands emerged to make various changes towards the achievement of national goals. Changes to the framework of the national legal system that was built on the basis of Pancasila and the 1945 Constitution. The direction of development must take into account the plurality of society without limiting rights and giving respect to the implementation of the law without overriding other legal interests. The context of a pluralistic Indonesian society develops along with the dynamics and development of society, both socio-culturally and politically. This article discusses the legal tradition that grows and takes root in Indonesia. This article is a normative research, which is conducting a literature study or secondary data to collect data through documentation from various articles, books, and other sources that discuss legal traditions in Indonesia. The finding of this article is that legal practices that develop in Indonesia are customary law, Islamic law, and Continental Europe. In the development of national law through the “middle way” as a principle of compromise against legal traditions that influence and attract each other, taking into account the philosophical, sociological, and juridical. In essence, legal practice refers to welfare and benefit considerations: “maintaining old traditions that are still relevant, building new, better traditions.” What this article has in common with others is that it discusses legal traditions, while the difference is that this article analyzes the development of legal practice in Indonesia from various perspectives and approaches to religious values so as to create a just legal concept.
SINERGI POLRI BERSAMA MASYARAKAT DI TANJUNG BALAI KARIMUN DALAM MENCEGAH RADIKALISME DAN PENGAMALAN HADIST INTOLERANSI Aslati Aslati; Silawati Silawati; Darmawati Darmawati; M. Fahli Zatrahadi
Sosiohumaniora Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4180.317 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i3.22731

Abstract

Menurut Undang-undang yang berlaku di Indonesia pemerintah bertanggungjawab memberikan rasa aman kepada masyarakat.Oleh sebab itu berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menciptakan rasa aman itu diantaranya melakukan upaya pencegahan munculnya kelompok Radikal dan Intoleransi.Yang menjadi Subjek Penelitian adalah Polri melalui fungsi Bhabinkamtibmas serta unsur terkait dan objek penelitian adalah sinergitas Polri bersama masyarakat dalam upaya pencegahan radikalisme dan Intoleransi serta pengamalan hadist. Setelah dilakukan penelusuran data lapangan maka diperoleh kesimpulan bahwa Polres Karimun melalui fungsi Bhabinkamtibmas secara bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat berupaya melakukan langkah pencegahan terjadinya tindakan radikalisme dan intoleransi seperti menyambangi warga masyarakat untuk mendengar secara langsung keluhan warga dan berupaya memberi solusi dari permasahan yang terjadi, menciptakan hubungan yang harmonis antara aparat kepolisian dengan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan warga, memberikan bimbingan atau penyuluhan agama tentang Jihad yang benar menurut Hadits, menyebarluaskan informasi terkait Harkamtibmas, menghidupkan pelaksanaan Siskamling, memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, memotivasi kegiatan masyarakat yang bersifat positif, berkoordinasi dengan perangkat desa/kelurahan dan pihak-pihak terkait lainnya serta bertindak sebagai mediator, negosiator dan fasilitator untuk kepentingan warga masyarakat dalam rangka pemecahan masalah kejahatan dan masalah sosial lainnya. Di sisi lain secara berkesinambungan Polres Karimun melaksanan Focus Grup Discussion (FGD) dengan masyarakat dalam hal sosialisasi upaya pencegahan radikalisme dan intoleransi melalui lembaga-lembaga seperti Kemenag, FKUB, Lembaga pendidikan, Lembaga Agama lembaga Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif, Media serta LSM yang ada di Karimun. 
REVEALING THE METHODS AND COMMENTARY FEATURES OF AL-QAULUL BAYAN FI TAFSIR AL-QUR’ĀN BY SYEKH SULAIMAN AR-RASULI Ali Akbar; Jani Arni; Muslim Muslim; Aslati Aslati; Nurwahdi Nurwahdi
Jurnal Ushuluddin Vol 27, No 1 (2019): January - June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v27i1.5201

Abstract

This article discusses the book of Tafsir al-Qaulul Bayan fi Tafsir al-Qur’ān by Syekh Sulaiman ar-Rasuli. This book is interesting to study because it is very rare to find interpreters using Minangkabau Malay Arabic. Syekh Sulaiman ar-Rasuli have specificity in writing his commentary because in his muqaddimah, it is stated that this book does not aim to explain and issue law. This expression is somewhat different from the purpose of the interpretation expressed by the commentators. This discussion aims to reveal the interpretation methods and patterns used by this book. The method used is content analysis: the purpose is to discuss in depth the written content or information. After reviewing this book, it can be concluded that this book uses the ijmali method. The interpretive style used is linguistic and Sufism feature. The feature of lughawi is to explain the meaning of the verse of al-Qur’ān with a linguistic approach, and the Sufism feature means to explain the meaning of the verse of al-Qur’ān with theories in Sufism or with a spiritual approach of the mufassir
AL-QAWA’ID AL-MAQASHIDIAH YANG TERKAIT DENGAN MASHLAHAT DAN MAFSADAT (Studi Pemikiran Abd al-Rahman Ibrahim al-Kailani) ASLATI ASLATI; AFRIZAL AFRIZAL
An-Nida' Vol 41, No 1 (2017): January - June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v41i1.4634

Abstract

Sheikh Prof. Dr. Abdul Rahman Al-Kailani adalah seorang Pengurus Rabithah Ulama Jordan, seorang Professor di bidang Fiqh dan Ushul Fiqh, Fakutas Syari’ah Uiniversitas Jordan. Kajian Qawa’id al-Maqashid karya al-Kailani ini dapat dikatakan telah lebih mendalam dan maju dari kajian-kajian para ahli sebelumnya. Al-Kailani dalam membahas Al-Qawa’id Al-Maqashidiah melengkapinya dengan penjelasan kaidah, dalil-dalil dan wajh al-dilalah  yang menjadi dasar hukumnya, sikap para ahli ushul tentang kaidah itu, kaidah-kaidah yang sejalan dengannya, serta mengemukakan berbagai contoh baik dalam masalah fiqh klasik maupun masalah kontemporer. Al-Kailani membuat sistematika tersendiri dalam pembahasan Al-Qawa’id Al-Maqashidiah yang meliputi tiga pokok bahasan, yaitu pertama, Al-Qawa’id Al-Maqashidiah yang terkait dengan mashlahat dan mafsadat. Kedua, Al-Qawa’id Al-Maqashidiah yang terkait dengan prinsip mengangkat kesulitan. Ketiga, Al-Qawa’id Al-Maqashidiah yang terkait dengan dampak perbuatan dan maqashid mukallaf.
FENOMENA MAGIS PADA TRADISI PACU JALUR DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI ASLATI ASLATI; SILAWATI SILAWATI
An-Nida' Vol 41, No 2 (2017): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v41i2.4647

Abstract

Keberadaan Magis seolah-olah menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Pada tinjauan sejarahnya Magis sudah ada sebelum Islam masuk ke Indonesia yang oleh masyarakat seringkali digunakan untuk banyak ritual seperti, penyembuhan penyakit, mencari jodoh, memperoleh kekayaan dan sebagainya. Hal ini berlanjut sampai ke tataran dunia modern saat ini. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mampu menghapus fenomena tersebut secara keseluruhan karena banyak sekali suatu tradisi yang hidup dimasyarakat sudah  menjadi darah daging yang sulit dihilangkan. Namun pada akhirnya praktek Magis yang terjadi di masyarakat cenderung mengesampingkan nilai dan norma dalam Islam. Fenomena Magis juga terdapat pada Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi dalam rangka prosesi Pacu Jalur dimulai dari Perencanaan pembuatan Jalur sampai Jalur dilombakan setiap tahunnya di sungai Batang Kuantan. 
KORELASI HUKUM PIDANA ISLAM DENGAN HUKUM POSITIF INDONESIA TENTANG SANKSI TERHADAP PEMBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Studi Terhadap Fenomena Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau Aslati Aslati; Silawati Silawati
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/nusantara.v15i1.10611

Abstract

Fenomena kabut asap di Provinsi Riau terjadi hampir tiap tahun dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini menimbulkan dampak yang signifikan sesungguhnya bukan saja terhadap manusia namun juga terhadap lingkungan dan semua makhluk hidup. Kerugian yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan dan lahan adalah berupa materil dan immaterial. Kebakaran hutan dan lahan tersebut terindikasi disebabkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Tujuan Penelitian adalah mengetahui pandangan hukum Islam serta hukum Posistif di Indonesia tentang fenomena kebakaran hutan dan lahan serta bagaimana sanksi hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Metode penlitian menggunakan analisis deskriftif kualitatif dengan pendekatan teori kritis, sosiologis dan hukum. Hasil penelitian bahwa Islam memandang pembukaan lahan dibenarkan namun jika ditempuh dengan cara dibakar dan menimbulkan kebakaran hutan yang luas dan menyebabkan kerugian materil dan immaterial maka secara hukum tidak dibenarkan. Hal ini sejalan dengan fatwa MUI tahun 2016 tentang pembakaran hutan dan lahan secara sengaja dan menimbulkan dampak negatif maka hukumnya haram. Menurut hukum positif yang berlaku di Indonesia jelas dituangkan dalam KUHP serta sanksi hukumnya.
MANAJEMEN KRISIS PUBLIC RELATIONS PT. INDAH KIAT PULP AND PAPER TBK (IKPP) PERAWANG TERHADAP BERKEMBANGNYA ISU PENCEMARAN LINGKUNGAN Luthfi Noppy Safitri; Intan Kemala; Aslati Aslati
Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Vol 1, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.019 KB) | DOI: 10.24014/jrmdk.v1i1.6890

Abstract

PT. IKPP Perawang mengalami krisis akibat berkembangnya isu dugaan pencemaran lingkungan. Manajemen krisis merupakan upaya yang ditempuh dalam menghadapi krisis sekaligus berupaya mencegah meluasnya dampak yang ditimbulkan dari suatu peristiwa krisis dengan tujuan memperoleh kembali kepercayaan masyarakat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen krisis Public Relations yang dilakukan PT. IKPP Perawang terhadap berkembangnya isu pencemaran lingkungan. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif.Teknik pengumpulan data dengan teknik in depth interview (wawancara mendalam), observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan identifikasi krisis yang dilakukan dengan berkoordinasi dengan unit yang berkompeten dibidang lingkungan, analisis krisis dengan melakukan analisis terhadap faktor internal (lingkungan potensi krisis) dan faktor eksternal, isolasi krisis dengan memberikan penjelasan ke media dan NGO terkait serta menjalankan peran media pada saat krisis, dilanjutkan dengan melakukan strategi yaitu maping dan bangun link potensi krisis, klarifikasi dan beri informasi akurat krisis, tunda hearing, ambil peluang krisis, bangun relasi dan hubungan yang baik, update pengelolaan lingkungan, lakukan kegiatan positif, serta evaluasi. Yang terakhir dengan melakukan beberapa program pengendalian yaitu penanaman pohon Barembang disepanjang pinggiran Sungai Siak, kunjungan media Kompas ke pabrik PT. IKKP Perawang dan lomba foto bertajuk Indonesia mendunia, serta Family gathering memperingati hari K3 nasional 2018 tingkat mill. Dengan langkah manajemen krisis yang dilakukan tersebut krisis isu pencemaran lingkungan yang terjadi pada PT. IKPP Perawang dapat teratasi dengan baik.
Strategi Sultan Syarif Kasim II (1915-1945) Terhadap Pemeberdayaan Perempuan Berbasis Pendidikan Aslati Aslati; M Khairul Amri; Silawati Silawati; Mochammad Novendri S
AL-QOLAM : Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): AL QOLAM: Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemberdayaan perempuan berbasis pendidikan yang dilakukan oleh Sultan Syarif  Kasim II. Aspek yang diteliti dalam penelitian ini adalah enabling, empowering, dan mandiri. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif berbasis library research dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, pengamatan, studi dokumentasi, dan lembaran-lembaran atau buku yang sudah ditulis dan diterbitkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada sejarah pemberdayaan perempuan melalui pendidikan di Siak Sri Indrapura, hal ini hanya dapat berupa orang-orang tua dahulu yang hidup pada zaman itu yang masih hidup dan dituangkan dalam bentuk tulisan atau buku, Pendidikan perempuan hadir di Siak yaitu menyelamatkan anak Siak dari kebodohan, menyelamatkan anak perempuan yang terikat dengan adat. Maka straegi dalam pemberdayaan perempuan adalah dengan meningkatkan mutu jaminan pendidikan nya agar perempuan bisa menjadi mandiri dan kemandirian nya. Jika tidak ada pendidikan perempuan di Siak maka rakyat siak akan merasakan kebodohan. Sultan Syarif Kasim II adalah salah sebagai tokoh pejuang Siak bersama permaisuri pertama dan kedua untuk memberdayakan masyarakat melalui pendidikan perempuan ini.Kata Kunci: Pemberdayaan, Pendidikan, Sultan Syarif Kasim II