Kecerdasan emosional merupakan aspek penting dalam perkembangan peserta didik, karena berperan besar dalam membentuk sikap, perilaku, serta kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai situasi sosial dan akademik. Ketika peserta didik menunjukkan tingkat kecerdasan emosional yang rendah, maka peran pendidik Bimbingan dan Konseling menjadi sangat vital. Sebagai tenaga profesional yang bertugas membantu siswa mengatasi berbagai permasalahan pribadi, sosial, dan belajar, guru BK memanfaatkan berbagai pendekatan dan layanan yang telah diatur dalam kebijakan pendidikan nasional. Melalui berbagai layanan, seperti layanan konseling individu, konseling kelompok, serta layanan informasi dan konsultasi, guru BK berusaha menciptakan ruang yang kondusif bagi peserta didik untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka secara positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling yang diterapkan oleh guru BK dalam upaya mengembangkan kecerdasan emosional siswa di Madrasah Tsanawiyah Swasta Baitul Arqam. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kegiatan BK yang berlangsung di madrasah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan telah sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru BK secara aktif memberikan pendampingan yang bersifat preventif maupun kuratif, sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kecerdasan emosional peserta didik, khususnya di kelas VIII.
Copyrights © 2024