Meningkatnya kasus resistensi terhadap terapi antiretroviral (ARV) menuntut pendekatan inovatif dalam penemuan obat HIV yang lebih efektif dan selektif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan kimia medisinal terkini dalam penemuan dan pengembangan senyawa antiretroviral, khususnya melalui integrasi metode komputasi dan evaluasi klinis. Penelitian ini merupakan studi literatur berbasis analisis sistematis terhadap artikel primer nasional dan internasional dalam lima tahun terakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pencarian literatur elektronik menggunakan database ilmiah terkemuka, dengan seleksi berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi. Analisis dilakukan secara naratif dan deskriptif-kritis terhadap efektivitas metode in silico (molecular docking, QSAR, AI-assisted screening) serta karakteristik klinis pasien HIV/AIDS di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa alami dan sintetik yang ditargetkan pada enzim HIV-1 (reverse transkriptase, protease, integrase) menunjukkan potensi aktivitas antivirus yang menjanjikan, terutama setelah dilakukan optimasi struktur dan prediksi farmakokinetik. Penemuan ini mendukung pentingnya pemanfaatan kimia medisinal berbasis struktur dan teknologi komputasi sebagai strategi utama dalam melawan resistensi resistensi ARV. Kesimpulan dari kajian ini menekankan perlunya penguatan validasi eksperimental dan kolaborasi lintas sektor guna mempercepat pengembangan kandidat obat antiretroviral generasi baru yang lebih efektif, aman, dan terjangkau
Copyrights © 2025