Kimia medisinal memainkan peran penting dalam pengembangan obat antikanker melalui sintesis senyawa baru, pendekatan berbasis struktur, dan eksplorasi sumber alam. Studi ini mengulas pemanfaatan pendekatan komputasi (in silico), sintesis senyawa baru berbasis struktur kimia, serta pemanfaatan senyawa bioaktif alami. Metode yang digunakan meliputi tinjauan literatur dan analisis eksperimental. Hasil menunjukkan bahwa senyawa seperti 1-(4-tertbutilbenzoiloksi)urea memiliki aktivitas sitotoksik yang lebih tinggi dibanding hidroksiurea (IC50 = 59,15 µg/ml. vs. 430,21 µg/mL). Teknik seperti QSAR, molecular docking, serta prediksi ADMET mempercepat optimasi dan validasi senyawa kandidat. Senyawa dari Babandotan dan Belimbing Wuluh juga menunjukkan potensi tinggi sebagai agen antikanker. Studi ini menegaskan urgensi integrasi kimia medisinal komputasi dan eksperimental dalam penemuan terapi kanker yang efektif dan aman
Copyrights © 2026