Penerapan sumber belajar berbasis kearifan lokal khususnya bagi guru Pendidikan Agama Islam, masih menghadapi berbagai dilema yang harus diatasi untuk diintegrasikan. Karenanya penelitian ini penting untuk mengetahui tantangan dan kelemahan yang dihadapi guru, sehingga guru pendidikan agama Islam mendapatkan solusinya. Penelitian ini dilakukan menggunakan jenis penelitian pustaka, yang memanfaatkan sumber sekunder yang berkenaan dengan dengan sumber belajar dan kearifan lokal sebagai sumber datanya dan dilakukan analisis konten. Hasil penelitian bahwa pembelajaran pendidikan agama Islam terbuka dalam melestarikan mengembangkan budaya lokal. Meski demikian, tantangan seperti kurangnya bahan ajar yang kontekstual, keterbatasan kompetensi guru, dan minimnya dukungan kebijakan masih menjadi kendala utama. Mengatasi hal ini, dapat dilakukan melalui pengembangan sumber belajar, pelatihan guru, reformasi kebijakan, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi penting agar dapat diterapkan secara efektif, signifikan, dan holistik.
Copyrights © 2025