Ancaman siber yang semakin kompleks mengharuskan organisasi mengadopsi strategi perlindungan data yang lebih efektif. Namun, kurangnya penilaian risiko, keterbatasan alat keamanan, dan rendahnya kesadaran karyawan masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode perlindungan data serta mengeksplorasi peran Artificial Intelligence (AI) dan blockchain dalam meningkatkan keamanan siber. Menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis SmartPLS, penelitian ini menguji hubungan antara Risk Assessment Methods (RAM), Cybersecurity Tools Adoption (CTA), Employee Training and Awareness (ETA), serta Data Protection Effectiveness (DPE) dengan Policy Compliance (PC) sebagai variabel moderasi, menggunakan data dari 350 profesional keamanan siber di berbagai industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi alat keamanan siber dan pelatihan karyawan meningkatkan efektivitas perlindungan data, sementara blockchain meningkatkan transparansi dan AI mempercepat deteksi ancaman. Temuan ini membantu organisasi merancang strategi keamanan siber yang adaptif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025