Tujuan pembelajaran matematika menggunakan metode scaffolding berbasis diferensiasi secara signifikan memberikan dampak positif pada berbagai aspek pembelajaran di kelas V MI Iskandar Sulaiman. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK), Subjek penelitian siswa kelas V MI Iskandar Sulaiman dengan sampel 35 siswa-siswi kelas A dan B dengan alur siklus I dan Siklus II, instrumen pengumpulan data dan teknik analisis data. Hasil penelitian ini meliputi peningkatan rata-rata nilai matematika; tes formatif siklus I: 62,85 dan tes formatif siklus II: 81,14 melalui pemahaman konsep yang lebih mendalam dan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik, kemandirian belajar sebelum intervensi (sebelum penerapan scaffolding berbasis diferensiasi): sangat tidak mandiri skor 20%, tidak mandiri skor 40%, mandiri skor 30%, sangat mandiri skor 10% setelah intervensi (setelah penerapan scaffolding berbasis diferensiasi): sangat tidak mandiri skor 5%, tidak mandiri skor 25%, mandiri skor 45%, sangat mandiri skor 25%. Peningkatan motivasi dan minat belajar melalui pembelajaran yang relevan dan personal, serta terciptanya suasana kelas yang lebih inklusif yang mengakomodasi keberagaman siswa dan mendorong interaksi sosial yang positif. Dengan demikian, scaffolding berbasis diferensiasi terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika secara holistik, baik dari segi kognitif, afektif, maupun sosial kemandirian.
Copyrights © 2025