Latar belakang: Kewajiban menjadi sekolah inklusi dengan persentasi 5 % dari PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), khususnya bagi sekolah-sekolah negeri, memakasa para guru untuk menghadapi tantangan murid dengan beragam kebutuhan khusus secara kreatif, inovatif dan efisien sebisa mungkin, demi tercapainya pembelajaran secara maksimal. Penelitian ini mengangkat studi kasus dari sebuah sekolah negeri di Pagar Merbau dengan kondisi murid penyandang slow learner di kelas tiga Sekolah Dasar. Metode penelitian: Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pengolahan data menggunakan teknik Miles dan Huberman, dengan subjek penelitian terhadap 2 anak murid penyandang slow learner, dan objek penelitian adalah teknik mengajar apple to apple yang dilakukan oleh guru kelas tersebut dalam mendidik kedua subjek tersebut. Hasil penelitian: Terdapat kemajuan dari pemahaman anak terhadap materi pembelajaran yang dilakukan menggunakan teknik apple to apple dan pendekatan lain seperti eye contact. Selain daripada itu, didapatkan untuk bidang studi olahraga dan menggambar antusiatisme kedua murid tersebut cukup tinggi. Kesimpulan: guru sebagai agen pendidikan diharusnya mampu mengembangkan beragam teknik dalam tujuan mencari cara paling efektif dalam merangkul para murid berkebutuhan khusus guna tercapainya tujuan pendidikan di setiap jenjangan.
Copyrights © 2024