Evalusi Simpang Bersinyal Pada Pertigaan Jalan Irian Jaya (mayor) – Jalan Raya Mojowarno (minor) – Jalan Ngoro Jombang (mayor), Kabupaten Jombang dilakukan karena mimiliki Tundaan yang tinggi sebesar 136,7 det/smp sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui derajat kejenuhan (DS), Biaya Operasioanal Kendaraan (BOK), sehingga dapat memberikan alternatif guna kenyamanan bagi pengguna yang ada. Data yang diperlukan adalah volume kendaraan yang disurvei, waktu sinyal dan geometrik persimpangan. Data jumlah penduduk (2020 – 2022) didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang. Hasil survei mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2014), Biaya Operasional Kendaraan (BOK) berpedoman pada Bina Marga 2005 dan untuk Biaya Kemacetan menggunakan rumus Tzedakis 1980. Evaluasi ini menghasilkan derajat kejenuhan DS ≤ 0,94 dan termasuk dalam kategori tingkat pelayanan yang buruk, Rp. 14.468.790 untuk Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan RP. 4.095.889 untuk biaya kemacetan, sehingga perlu diberikan alternatif berupa perubahan 3 fase menjadi 2 fase dan perlebaran jalan dari 4,5 m menjadi 6 m untuk DS menjadi ≤ 0,45 dengan Rp. 6.370.205 untuk BOK dan Rp. 634.955 untuk nilai kemacetan.
Copyrights © 2024