Peserta didik yang berada pada tahap peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa mengalami perubahan signifikan dalam aspek fisik, psikologis, dan sosial-emosional. Perubahan ini memerlukan penyesuaian untuk menghadapi berbagai tuntutan, seperti terlibat dalam interaksi sosial, mengeksplorasi diri, dan memikirkan masa depan. Salah satu tantangan utama adalah kemampuan untuk mengelola emosi, yang sangat penting untuk menghadapi stres, menjaga keseimbangan mental, dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, regulasi emosi merupakan keterampilan yang perlu dikuasai sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas sosialisasi regulasi emosi pada peserta didik kelas 6 SDN 36 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah (sosialisasi), diskusi dan pelatihan, dengan pengumpulan data melalui observasi dan angket terbuka. Hasil menunjukkan bahwa sebelum sosialisasi, sebagian besar peserta didik belum sepenuhnya memahami dan mengelola emosi mereka. Namun, setelah sosialisasi, terdapat peningkatan signifikan dalam kesadaran peserta didik mengenai emosi mereka serta kemampuan dalam mengelola emosi, seperti yang tercermin dalam angket dan observasi. Meskipun demikian, kegiatan ini memiliki keterbatasan terkait durasi yang terbatas dan fokus yang hanya pada lingkungan sekolah. Oleh karena itu, disarankan adanya pendampingan berkelanjutan serta pengembangan modul regulasi emosi yang dapat mendukung penerapan keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2025