Permukiman merupakan suatu hal yang sangat penting bagi masyarakat dalam sebuah kampung karena permukiman adalah tempat tinggal untuk berlindung dan berinteraksi sosial. Perencanaan lahan permukiman yang tidak tepat dapat mengakibatkan terjadinya bencana. Lokasi penelitian berada di wilayah Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar dan termasuk ke daerah transisi antara gunung api dan laut yang sewaktu-waktu bisa mendatangkan bencana alam seperti tsunami, letusan gunung api, longsor, banjir, dan abrasi. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pada daerah tersebut yang sesuai untuk dijadikan lahan permukiman. Penelitian awal difokuskan pada kajian tataguna lahan permukiman berdasarkan metode analytic hierarchy process (AHP) dan weighted overlay di ArcGIS. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan geologi secara mendetail dan menganalisa tataguna lahan untuk permukiman. Adapun hasil yang didapat dari penelitian ini antara lain: pertama, satuan geomorfologi lokasi penelitian terbagi menjadi empat yaitu satuan geomorfologi dataran rendah, satuan geomorfologi dataran rendah pedalaman, satuan geomorfologi perbukitan rendah, dan sungai. Kedua, satuan batuan lokasi penelitian terbagi menjadi empat satuan dari tua ke muda yaitu satuan batupasir, satuan tuf jatuhan piroklastik, satuan guguran lava, dan satuan endapan aluvium. Ketiga, zona rekomendasi tataguna lahan permukiman terbagi menjadi tiga yaitu zona layak, zona kurang layak, dan zona tidak layak.
Copyrights © 2024