Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Konsep Struktur Citra Kota pada Sistem Pusat Pelayanan Kecamatan Kaliori sebagai Solusi Kemacetan Juwana-Rembang Nusantara, Danna Prasetya; Kusuma, Chaterina Shandra; Anugrah, Adelia Salsabila; Pertiwi, Citra Mutiara; Nursyifa, Nadira; Zahratunnisa, Zahratunnisa
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 20, No 1 (2024): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v20i1.376

Abstract

ENGLISH The Pantura route is a strategic route for the national economy. The severe traffic jam that occurred on the Juwana - Rembang road section caused economic movement to stop. Juwana - Rembang has a large river border, where the lack of alternative roads and bridges connecting the two areas (single circulation) is one of the factors that exacerbates traffic jams. It is necessary to develop alternative roads in both regions that are able to connect Juwana - Rembang in a structured manner. Therefore, this research aims to see how the concept of developing road functions through paths (strengthening through the shape and image of the city) in order to support the accessibility of Kaliori's internal movement and the movement of Rembang - Juwana City in a structured manner as a solution to traffic jams. The spatial quantitative method is used to determine the internal structure of the city through kernel density analysis using data on the distribution of residential facilities. The resulting internal city structure is the basis for determining paths based on the shape of the city and strengthening the city's image to produce effective alternative routes with high accessibility values in the Kaliori internal area and the link between Rembang and Juwana. With the development of an orderly city form, it is hoped that Kaliori will have competitiveness over a wider area. The results of the analysis show that not all development of the road network connecting activity centers is necessary. Even though it is located in a coastal area which tends to be fan shaped cities, it is different from Kaliori, where the area has not developed rapidly so that the activity centers created tend to be ribbon shaped cities and have a weak influence on areas that are far from each other. In order to strengthen the path image of the city of Kaliori, it is necessary to develop landmarks at strategic nodes to strengthen the role of the path as an alternative main route as a solution to the Juwana-Rembang traffic jam. The results obtained are 4 roads as the main path that defines the area in a grid shape, and supporting paths that connect various parts of the Kaliori area through a semiconcentric grid shape so as to produce the center of the Kaliori area, even though it is not the main activity center in Kaliori District. INDONESIA Jalur pantura merupakan jalur strategis ekonomi nasional. Kemacetan parah yang terjadi pada ruas jalan Juwana – Rembang menyebabkan pergerakan ekonomi terhenti. Juwana – Rembang memiliki batas sungai besar, dimana minimnya ruas jalan dan jembatan alternatif yang menjadi penghubung kedua wilayah (sirkulasi tunggal) menjadi salah satu faktor memperparah kemacetan. Diperlukan adanya pengembangan ruas jalan alternatif di kedua wilayah yang mampu menghubungkan Juwana – Rembang secara terstruktur. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana konsep pengembangan fungsi jalan melalui path (penguatan melalui bentuk dan citra kota) dalam rangka mendukung aksesibilitas pergerakan internal Kaliori maupun pergerakan Kota Rembang – Juwana secara terstruktur sebagai solusi kemacetan. Metode kuantitatif spasial digunakan untuk menentukan struktur internal kota melalui analisis kernel density dengan menggunakan data persebaran lokasi sarana permukiman. Struktur internal kota yang dihasilkan menjadi dasar dalam penentuan path berdasarkan bentuk kota dan penguatan citra kota hingga menghasilkan jalur alternatif efektif dengan nilai aksesibilitas tinggi pada wilayah internal Kaliori maupun penghubung antara Rembang-Juwana. Dengan adanya pengembangan bentuk kota yang tertata diharapkan Kaliori memiliki daya saing terhadap wilayah yang lebih luas. Hasil analisis menunjukan bahwa tidak seluruh pengembangan jaringan jalan yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan menjadi perlu untuk dilakukan. Walaupun berada pada kawasan pesisir yang memiliki kecenderungan fan shaped cities, namun berbeda dengan Kaliori, dimana kawasannya belum berkembang pesat sehingga pusat-pusat kegiatan yang tercipta cenderung berbentuk ribbon shaped cities dan memiliki pengaruh yang lemah terhadap wilayah yang saling berjauhan. Guna memperkuat citra path kota Kaliori, maka diperlukan pengembangan landmark pada nodes strategis untuk menguatkan peran path sebagai jalur utama alternatif sebagai solusi kemacetan Juwana-Rembang. Hasil yang diperoleh terdapat 4 ruas jalan sebagai path utama yang membatasi bentuk wilayah secara grid, dan path pendukung yang menghubungkan berbagai bagian wilayah Kaliori melalui bentuk grid semikonsentris sehingga mampu menghasilkan pusat wilayah Kaliori, walaupun bukan pusat kegiatan utama di Kecamatan Kaliori.
Synthesis of Maltodextrin from Comercial Corn Starch with Variation of Alpha Amylase Concentration, Temperature and Hydrolisis Period for Determining Dextrose Equivalen Value Fathoni, Rif'an; Zahratunnisa, Zahratunnisa
Jurnal Chemurgy Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Chemurgy-Juni 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v7i1.5800

Abstract

Maltodextrin is defined as a partial starch hydrolysis product prepared by the addition of an acid or an enzyme, which contains α-D-glucose units which are mostly bound by - (1,4) glycosidic bonds. Maltodextrin is usually described by DE (Dextrose Equivalent). The commercial use of starch is affected by the DE value. The greater DE value means the more percentage of starch that turns into reducing sugars. This research was conducted by testing the DE value with maltodextrin production using alpha amylase enzyme catalyst by varying the enzyme concentration (0.2 ml; 0.4 ml; 0.6 ml), hydrolysis time (60 min; 90 min) and hydrolysis temperature (70°C ; 80°C). The results of the research give some point  that's the DE value obtained with the independent variables, which is  the time of hydrolysis and the concentration of the enzyme catalyst, experienced data fluctuations because the sample still had a lot of water. Also the higher of hydrolysis temperature, the greater DE value of maltodextrin was obtained.
Delineation of groundwater potential zone using remote sensing and GIS-based AHP for sustainable groundwater management in Aceh Besar Regency, Aceh Province, Indonesia Razi, Muhammad Haikal; Zahratunnisa, Zahratunnisa; Retongga, Nofrohu
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2024.112.5237

Abstract

Sustainable groundwater management is crucial for ensuring the long-term availability of water resources and supporting socio-economic activities. As water demands increase and hydrological systems become more complex, accurately identifying groundwater potential zones is essential for effective resource planning and utilization. However, the in-situ data availability is often very limited, particularly on a regional scale. To solve this problem, this study aimed to delineate groundwater potential zones in Aceh Besar Regency using remote sensing and a GIS-based AHP (analytical hierarchy process). Several factors were used to determine groundwater potential zones, including lithology, land use/land cover, slope, lineament density, drainage density, rainfall, and soil type. Each factor was weighted based on an extensive literature review and knowledge-driven decision-making techniques. The results indicated that 26.35% of the area was classified as having low groundwater potential, whereas 53.86% was classified as moderate. Areas that have high to very high groundwater potential cover 16.76% to 3.04% of the Aceh Besar territory. The high groundwater potential zones were mostly located in alluvial and clastic sediments lithology, gentle slopes, and had high annual rainfall. Meanwhile, areas with igneous and metamorphic lithology as well as steep slopes, had moderate to low groundwater potential. Validation was carried out by collecting the high-yield existing production wells and calculating the area under the curve (AUC) of the receiver operating characteristic (ROC) curve with relatively good accuracy (74.5%). This research has effectively described the spatial distribution of groundwater potential, contributing to sustainable groundwater management and enabling informed decision-making for sustainable groundwater practices.
Analisis geomorfologi menggunakan metode analytic hierarchy process (AHP) dan weighted overlay Jannah, Putri Bahniar; Sartika*, Dewi; Hapsari, Tika; Zahratunnisa, Zahratunnisa; Rangkuti, Nazla Syafitri
Acta Geoscience, Energy, and Mining Vol 3, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Departemen Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/actaGEM.v3i3.36749

Abstract

Permukiman merupakan suatu hal yang sangat penting bagi masyarakat dalam sebuah kampung karena permukiman adalah tempat tinggal untuk berlindung dan berinteraksi sosial. Perencanaan lahan permukiman yang tidak tepat dapat mengakibatkan terjadinya bencana. Lokasi penelitian berada di wilayah Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar dan termasuk ke daerah transisi antara gunung api dan laut yang sewaktu-waktu bisa mendatangkan bencana alam seperti tsunami, letusan gunung api, longsor, banjir, dan abrasi. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pada daerah tersebut yang sesuai untuk dijadikan lahan permukiman. Penelitian awal difokuskan pada kajian tataguna lahan permukiman berdasarkan metode analytic hierarchy process (AHP) dan weighted overlay di ArcGIS. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan geologi secara mendetail dan menganalisa tataguna lahan untuk permukiman. Adapun hasil yang didapat dari penelitian ini antara lain: pertama, satuan geomorfologi lokasi penelitian terbagi menjadi empat yaitu satuan geomorfologi dataran rendah, satuan geomorfologi dataran rendah pedalaman, satuan geomorfologi perbukitan rendah, dan sungai. Kedua, satuan batuan lokasi penelitian terbagi menjadi empat satuan dari tua ke muda yaitu satuan batupasir, satuan tuf jatuhan piroklastik, satuan guguran lava, dan satuan endapan aluvium. Ketiga, zona rekomendasi tataguna lahan permukiman terbagi menjadi tiga yaitu zona layak, zona kurang layak, dan zona tidak layak.
DISASTER MITIGATION AND GEOLOGY AWARENESS AT ADIDARMA 15 SENIOR HIGH SCHOOL, BANDA ACEH CITY Joyontono, Puncak; Rangkuti, Nazla Syafitri; Hapsari, Tika; Zahratunnisa, Zahratunnisa; Salsabila, Rifa Salma; Hasanah, Uswatun; Hidayati, Dian Meutia; Harun, Nurul Azmi
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 3, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v3i2.44893

Abstract

Adidarma 15 Senior High School in Banda Aceh is situated in an area vulnerable to seismic and tsunami disasters, as indicated by the BPBAs Disaster Map. Established in 1983, the school suffered significant damage during the Aceh Earthquake and Tsunami in 2004. Additionally, the schools physical environment contributes to its vulnerability to disasters; it lies approximately 20 meters above sea level, 34 kilometers from the coastline, and 12 kilometers from the river banks. Being located in an urban area surrounded by buildings, restricts the space for emergency responses during disasters.As a public facility, it has vulnerable objects to disasters. There are at least 152 students and a number of school staff who need to be protected from the disasters (earthquakes and tsunamis). They have activity in 5 buildings which have 2-storey buildings which have no supporting facilities for disaster mitigation in the school environment.At Adidarma 15 Senior High School, disaster mitigation efforts represent a commitment to fostering resilience and preparedness within the school community. Through engaging awareness campaigns in student forums and the creation of informative disaster posters, the team empowers students to take charge of their safety. By developing clear evacuation route plans and installing guiding directional signs, they are enhancing the schools readiness for any challenge. The completion of disaster surveys further solidifies this proactive approach. As a result, students have experienced a remarkable growth in their understanding of disaster mitigation, equipping them with the knowledge to face the future with confidence
Ekstraksi Kelurusan (Lineament) Otomatis di Sekitar Sesar Garsela, Garut Selatan, Jawa Barat Rangkuti, Nazla Syafitri; Joyontono, Puncak; Hapsari, Tika; Wiguna, Husein Sadewa; Zahratunnisa, Zahratunnisa
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 4, No 1 (2025): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v4i1.31396

Abstract

Sesar Garsela merupakan sesar aktif yang berpusat di daratan yang terletak di sebelah selatan Cekungan Bandung. Sesar ini tercatat sebagai sesar aktif dalam Peta Sumber Bahaya dan Gempa Bumi Indonesia Tahun 2017. Keberadaan Sesar Garsela di kawasan Garut yang tertutup endapan vulkanik kuarter dari gunung api aktif seperti Gunung Papandayan, Gunung Guntur, dan Gunung Wayang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi kelurusan secara otomatis di Garut Selatan. Data yang digunakan adalah citra DEM (Digital Elevation Model) yang diluncurkan oleh Badan Informasi Geospasial dengan resolusi 8 m. Data pendukung lainnya adalah peta geologi. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan Algoritma LINE untuk mencari zona kelurusan berkerapatan tinggi yang kemungkinan mengindikasikan zona patahan. Kemudian diinterpretasikan secara kualitatif bersama dengan data geologi lainnya. Proses hillshading pada data DEM dengan empat variasi nilai empat azimut sebesar 0°, 45°, 90°, dan 135°. Nilai parameter juga berperan dalam menunjukkan kelurusan yang jelas dan masing-masing. Informasi kelurusan yang dihasilkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa sebaran kelurusan di Garut Selatan dominan dekat dengan Gunung Papandayan ke selatan, puncak Malabar, dan puncak Guntur. Keberadaan Sesar Garsela tidak seluruhnya didominasi oleh kelurusan yang dihasilkan secara otomatis disebabkan kurang tecermin secara geomorfologi. Akan lebih baik jika penarikan kelurusan otomatis ini dibandingkan dengan penarikan kelurusan secara manual menggunakan pendekatan geologi (sense of geology).
Karakterisasi Zona Geotermal Menggunakan Pendekatan Dekomposisi Polarimetrik Yamaguchi pada Citra SAR Zahratunnisa, Zahratunnisa; Hapsari, Tika; Joyontono, Puncak; Rangkuti, Nazla Syafitri; Wiguna, Husein Sadewa
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/s384n096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi panas bumi menggunakan pendekatan penginderaan jauh berbasis citra Synthetic Aperture Radar (SAR) melalui metode dekomposisi polarimetrik dengan algoritma Yamaguchi. Metode ini digunakan untuk mendeteksi karakteristik permukaan yang berkaitan dengan sistem geotermal, seperti zona rekahan dan perubahan litologi. Salah satu wilayah yang dipilih sebagai studi kasus adalah daerah Kotamobagu, Sulawesi Utara, Indonesia, yang telah dikenal memiliki potensi panas bumi dan menjadi lokasi studi kelayakan oleh berbagai institusi, termasuk PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Citra SAR polarimetrik memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi karakteristik permukaan seperti vegetasi, kelembapan tanah, serta struktur geologi yang berperan penting sebagai indikator tidak langsung sistem geotermal. Data yang digunakan merupakan citra dengan level pemrosesan tinggi yang telah melalui koreksi geometrik, reproyeksi, dan kalibrasi radiometrik untuk menjamin akurasi spasial dan radiometrik. Melalui metode dekomposisi Yamaguchi, analisis dilakukan terhadap empat komponen hamburan utama: hamburan permukaan, hamburan ganda, hamburan volume, dan hamburan heliks. Analisis ini digunakan untuk mengidentifikasi zona rekahan serta jenis tutupan lahan yang relevan dengan keberadaan sistem panas bumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kotamobagu memperlihatkan pola hamburan yang konsisten dengan ciri-ciri geologi permukaan dari sistem panas bumi aktif dan dapat menjadi pendekatan awal yang efektif dan efisien dalam pemetaan prospek geotermal.