Flyover Waru merupakan jalan layang sepanjang 700 meter yang berada di Jalan Raya Waru sebagai bentuk solusi dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mengatasi kemacetan khususnya di kawasan persimpangan Jalan Raya Waru. Salah satu dampak positif yang ditimbulkan adalah waktu perjalanan menjadi lebih singkat dan hal tersebut akan berdampak pula ke dalam biaya operasional kendaraan yang dikeluarkan dalam proses mobilisasi menjadi lebih hemat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui perbandingan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) antara jalur flyover Waru dan non flyover menggunakan metode Pacific Consultant International (PCI). Pengumpulan data ini dilakukan dengan cara mencatat waktu kendaraan memasuki titik pengamatan hingga kendaraan keluar dari titik pengamatan. Survei dilakukan di hari Minggu sebagai asumsi weekend dan Senin sebagai asumsi weekday pada jam puncak pagi dan jam puncak sore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih BOK sepeda motor jalur flyover dan non flyover sebesar Rp 6,640 (penghematan 14,696%), selisih BOK mobil sebesar Rp 231,689 (penghematan 16,348%), selisih truk 2 gandar sebesar Rp 1.187,266 (penghematan 27,856%).
Copyrights © 2024