Madania: Jurnal Kajian Keislaman
Vol 24, No 1 (2020): JUNE

The Language Choice as A Reflection of Islamic Communication in the Quran-Japanese Translation

Rahayu, Ely Triasih (Unknown)
Fauzan, Ahmad (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Jun 2020

Abstract

Ittishâl  in Arabic language  means  message  connectivity  within a communication  process.  In Islam, a communication  process requires  the precision  of language  users in choosing  a language.  Language  choice in Islamic communication  aims at maintaining  a positive  relationship  among humans  (hablumminannâs),  and humans’ sincere love to God (hablumminallâh).  This qualitative  research which data source is from surah An- Nisâ’ discusses how the Quran translated  into Japanese language distinguishes  language choices for humans (as God Servants) and those intended to praise God. There are noun word choices for God which are initiated with the kanji marker go/o (御) and not found in those referring to humans. Furthermore, there are respectful verbs (songkeigo)  to praise the God’s actions,  yet not for humans’.  These language  choice’s  differences are intended to educate humans not to be arrogant or to always be humble because only God is the Sublime. The other objective is as the communication guidance in Islam, especially in performing prayers to always use polite languages to praise God that a sincere love will be created from the servants to the God. Ittishâl dalam bahasa Arab berarti konektivitas  pesan dalam proses komunikasi.  Dalam Islam, proses komunikasi membutuhkan ketepatan pengguna bahasa dalam memilih bahasa. Pilihan bahasa dalam komunikasi Islam bertujuan  mempertahankan  hubungan  yang baik antara manusia (hablumminannâs),  dan cinta manusia yang tulus kepada Allah (hablumminallâh).  Penelitian kualitatif yang sumber datanya berasal dari surah Al-Nisâ’, membahas bagaimana Alquran yang diterjemahkan  ke dalam bahasa Jepang membedakan pilihan bahasa bagi manusia  (sebagai  Hamba  Tuhan)  dan yang  dimaksudkan  untuk  memuji  Tuhan.  Tidak  ada pilihan  kata untuk Tuhan yang dimulai dengan penanda  kanji go / o (御) dan tidak ditemukan  pada mereka yang merujuk  pada manusia. Selain itu, ada kata kerja penuh hormat (songkeigo) untuk memuji tindakan Tuhan, namun tidak untuk manusia.  Perbedaan  pilihan  bahasa  ini dimaksudkan  untuk  mendidik  manusia  untuk  tidak menjadi  sombong atau untuk selalu rendah hati karena hanya Tuhan yang Mahakuasa.  Tujuan lainnya adalah sebagai pedoman komunikasi dalam Islam, terutama dalam melakukan doa untuk selalu menggunakan bahasa yang sopan untuk memuji Tuhan bahwa cinta yang tulus akan diciptakan dari para hamba kepada Tuhan.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

madania

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Social Sciences

Description

Madania: Jurnal Kajian Keislaman is a peer-reviewed international journal focusing on Islamic studies. The journal provides a platform for disseminating the latest research and scholarly discussions on Islam and Muslim culture in a broad sense, encompassing theoretical and empirical investigations ...