Ittishâl in Arabic language means message connectivity within a communication process. In Islam, a communication process requires the precision of language users in choosing a language. Language choice in Islamic communication aims at maintaining a positive relationship among humans (hablumminannâs), and humans’ sincere love to God (hablumminallâh). This qualitative research which data source is from surah An- Nisâ’ discusses how the Quran translated into Japanese language distinguishes language choices for humans (as God Servants) and those intended to praise God. There are noun word choices for God which are initiated with the kanji marker go/o (御) and not found in those referring to humans. Furthermore, there are respectful verbs (songkeigo) to praise the God’s actions, yet not for humans’. These language choice’s differences are intended to educate humans not to be arrogant or to always be humble because only God is the Sublime. The other objective is as the communication guidance in Islam, especially in performing prayers to always use polite languages to praise God that a sincere love will be created from the servants to the God. Ittishâl dalam bahasa Arab berarti konektivitas pesan dalam proses komunikasi. Dalam Islam, proses komunikasi membutuhkan ketepatan pengguna bahasa dalam memilih bahasa. Pilihan bahasa dalam komunikasi Islam bertujuan mempertahankan hubungan yang baik antara manusia (hablumminannâs), dan cinta manusia yang tulus kepada Allah (hablumminallâh). Penelitian kualitatif yang sumber datanya berasal dari surah Al-Nisâ’, membahas bagaimana Alquran yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang membedakan pilihan bahasa bagi manusia (sebagai Hamba Tuhan) dan yang dimaksudkan untuk memuji Tuhan. Tidak ada pilihan kata untuk Tuhan yang dimulai dengan penanda kanji go / o (御) dan tidak ditemukan pada mereka yang merujuk pada manusia. Selain itu, ada kata kerja penuh hormat (songkeigo) untuk memuji tindakan Tuhan, namun tidak untuk manusia. Perbedaan pilihan bahasa ini dimaksudkan untuk mendidik manusia untuk tidak menjadi sombong atau untuk selalu rendah hati karena hanya Tuhan yang Mahakuasa. Tujuan lainnya adalah sebagai pedoman komunikasi dalam Islam, terutama dalam melakukan doa untuk selalu menggunakan bahasa yang sopan untuk memuji Tuhan bahwa cinta yang tulus akan diciptakan dari para hamba kepada Tuhan.
Copyrights © 2020