Proses penyembuhan orang dengan gangguan jiwa sangatlah memerlukan waktu yang lama tergantung bagaimana cara pengobatan dilakukan. Dukungan sosial keluarga sangat diperlukan bagi pasien gangguan jiwa yang dirawat di rumah. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 300.000 sampel rumah tangga (1.2 juta jiwa) di 34 provinsi di Indonesia, Aceh menempati urutan ke 4 (empat) terbanyak yang memiliki penderita Skizofrenia yang diperkirakan sekitar 18.000 jiwa. Dari data tersebut diperlukan penyuluhan tentang bagaimana pengawasan obat pada orang dengan gangguan jiwa. Perumusan masalah pada penyuluhan dengan keluarga tentang pengawasan obat pada pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 4 Januari 2024 dengan menguji tingkat pengetahuan keluarga melalui pretes dengan10 pertanyaan,dilanjutkan dengan penyuluhan dan dilakukan Posttes pada ibu untuk melihat bagaimana pengetahuan keluarga setelah dilakukan penyuluhan. Hasil Pretest tingkat pengetahuan keluarga diperoleh pengetahuan kurang sebanyak 19 orang, pengetahuan baik 6 orang sedangkan hasil sesudah dilakukan sosialisasi didapatkan pengetahuan kurang sebanyak 7 orang, pengetahuan baik 18 orang. Dari peningkatan hasil ini menunjukkan satu indikator bahwa keluarga orang dengan gangguan jiwa sudah mengetahui dengan baik hal-hal yang terkait dengan pengawasan minum obat yang harus dikonsumsi selama kesembuhan
Copyrights © 2024