Pelatihan Pembuatan Konten Edukasi Berbahasa Inggris di Panti Asuhan di Surabaya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris anak-anak panti asuhan melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan pendekatan komunikatif. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah workshop intensif yang melibatkan pelatihan dan pendampingan bagi guru-guru di panti asuhan dalam penggunaan media dan metode pembelajaran yang inovatif. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah satu panti asuhan di Surabaya yang menampung anak-anak dengan keterbatasan akses pendidikan. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi, catatan lapangan, serta kuis dan tes evaluasi untuk mengukur pemahaman siswa sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan bahasa Inggris siswa dengan rata-rata skor meningkat dari 60 menjadi 80, serta N-Gain sebesar 0,50. Kesimpulan dari pelatihan ini adalah metode pembelajaran yang diterapkan efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris siswa, meskipun masih diperlukan peningkatan dalam pemanfaatan teknologi dan manajemen waktu. Rekomendasi untuk pelatihan selanjutnya mencakup peningkatan pendampingan teknologi bagi guru dan penyesuaian materi untuk siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran berbasis audio. Pelatihan ini berpotensi untuk direplikasi di panti asuhan lain dengan penyesuaian sesuai kebutuhan setempat. English Language Educational Content Creation Training at Orphanages. The English Language Educational Content Creation Training at an Orphanage in Surabaya aims to enhance the English language skills of children in the orphanage through enjoyable learning methods and a communicative approach. The implementation method involved intensive workshops that provided training and mentoring for the orphanage teachers in using innovative teaching media and methods. The partner involved in this program is an orphanage in Surabaya, which accommodates children with limited access to education. Data collection instruments included observations, field notes, as well as quizzes and evaluation tests to measure students' understanding before and after the training. The training results showed a significant improvement in students' English language skills, with the average score increasing from 60 to 80 and an N-Gain of 0.50. The conclusion from this training is that the applied teaching methods were effective in enhancing students' English skills, although improvements are needed in the use of technology and time management. Recommendations for future training include increasing technological mentoring for teachers and adjusting materials for students who face difficulties with audio-based learning. This training has the potential to be replicated in other orphanages with adjustments based on local needs.
Copyrights © 2024