Gangguan Muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) merupakan masalah kesehatan kerja yang umum terjadi dan dapat memengaruhi produktivitas serta kualitas hidup pekerja, terutama pada sektor industri padat karya seperti jasa binatu (laundry). Posisi kerja yang tidak ergonomis dapat meningkatkan risiko terjadinya MSDs pada pekerja. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara postur kerja ergonomis dengan kejadian gangguan muskuloskeletal pada pekerja laundry. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan observasi langsung. Sampel terdiri dari 75 pekerja laundry yang dipilih melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS dengan uji Chi-square. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara postur kerja ergonomis dengan kejadian MSDs (nilai p < 0,005). Faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan postur kerja yang tidak ergonomis diidentifikasi sebagai kontributor terhadap prevalensi MSDs pada pekerja laundry, sedangkan lama kerja dan masa kerja tidak memiliki hubungan terhadap gangguan muskuloskeletal. Kesimpulan. Terdapat korelasi yang signifikan antara postur kerja yang tidak ergonomis dengan gangguan muskuloskeletal. Perbaikan postur kerja dan intervensi ergonomi direkomendasikan untuk menurunkan risiko MSDs serta meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja pekerja.
Copyrights © 2025