Penelitian ini mengidentifikasi problematika pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas V SDN 11 Buton dan upaya guru mengatasinya. Pembelajaran PAI penting dalam membentuk karakter muslim, namun seringkali terhambat tantangan di sekolah umum. Metode deskriptif kualitatif digunakan melalui observasi, wawancara siswa dan guru, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan problematika yang terjadi berasal dari peserta didik (kurang disiplin, motivasi rendah, dan kesulitan memahami materi), dari pendidik (keterbatasan waktu, metode kurang menarik, beban kerja), kurikulum (pemahaman Kurikulum Merdeka yang masih kurang memadai, ketidaksiapan siswa menerima kurikulum baru), sarana, dan lingkungan (keluarga dan teman sebaya). Guru berupaya mengatasi masalah ini melalui sanksi dan penghargaan, penyederhanaan materi, penambahan jam pelajaran, variasi metode, pelatihan kurikulum, dan komunikasi dengan orang tua. Disimpulkan bahwa pembelajaran PAI menghadapi tantangan multidimensi. Upaya guru menunjukkan inisiatif, namun perlu evaluasi lebih lanjut dan dukungan dari berbagai pihak (sekolah dan keluarga) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.
Copyrights © 2025