Penelitian ini mengkaji aktivitas senyawa flavonoid dari tanaman kumis kucing (Orthosiphon stamineus) dengan fokus pada potensi pengembangan obat diuretik dan antidiabetik. Ekstraksi flavonoid dilakukan menggunakan etanol 96% dan purifikasi dengan kromatografi kolom menghasilkan fraksi flavonoid murni yang mengandung senyawa utama seperti quercetin, luteolin, sinensetin, dan eupatorin. Uji aktivitas diuretik pada mencit menunjukkan peningkatan volume urin dan ekskresi natrium yang signifikan tanpa mengganggu keseimbangan kalium. Uji antidiabetik in vitro pada kultur sel manusia mengindikasikan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan oleh senyawa flavonoid tersebut. Pendekatan docking molekuler mengungkap interaksi kuat antara senyawa flavonoid dengan protein target diuretik dan antidiabetik, menunjukkan afinitas yang lebih tinggi dibandingkan obat standar. Hasil ini menegaskan potensi flavonoid kumis kucing sebagai agen terapeutik alami yang efektif dan aman untuk pengobatan gangguan ginjal dan diabetes mellitus. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya studi lanjutan untuk validasi klinis dan pengembangan formulasi obat herbal berbasis flavonoid kumis kucing.
Copyrights © 2025